KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia (BBHI) melakukan penyesuaian bunga deposito secara selektif di tengah tren industri yang mengarah pada penurunan suku bunga. Jika dilihat berdasarkan data Bank Indonesia (BI), suku bunga deposito 1 bulan turun sebesar 62 bps dari 4,81% pada awal Januari 2025 menjadi 4,19% pada Maret 2026. Digital Strategy Head Allo Bank, Destya D. Pradityo, mengatakan secara umum bunga deposito di industri mulai menunjukkan kecenderungan stabil dan akan turun secara gradual seiring arah kebijakan suku bunga serta kondisi likuiditas yang semakin longgar.
Di internal perseroan, penyesuaian bunga dilakukan secara selektif dan belum agresif. Hal ini mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari struktur pendanaan yang masih dalam tahap optimalisasi hingga kebutuhan menjaga stabilitas likuiditas. “Penyesuaian bunga kami lakukan secara bertahap dan tidak seragam, karena juga mempertimbangkan tenor, segmentasi nasabah, serta kebutuhan likuiditas bank,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (29/4/2026).
Baca Juga: Ini Strategi Allo Bank Perkuat Likuiditas di Tahun 2026 Saat ini, bunga deposito Allo Bank masih berada di level kompetitif di industri bank digital, dengan tingkat tertinggi sekitar 7%–7,5% untuk tenor tertentu. Namun secara rata-rata tertimbang, level bunga berada di bawah kisaran tersebut. Ke depan, perseroan membuka peluang untuk menurunkan bunga deposito seiring penurunan biaya dana (cost of fund), peningkatan porsi dana murah (CASA), serta kondisi likuiditas yang lebih stabil. Meski demikian, penyesuaian akan dilakukan secara bertahap tanpa target penurunan dalam waktu dekat. “Pendekatan kami adalah gradual adjustment agar tetap menjaga keseimbangan antara daya tarik produk dan efisiensi biaya dana,” jelasnya. Dari sisi kredit, penurunan bunga deposito dinilai dapat memberikan ruang bagi bank untuk menyesuaikan bunga kredit. Namun, transmisi tersebut tidak berlangsung secara langsung karena masih dipengaruhi faktor risiko nasabah, struktur portofolio, serta kebutuhan menjaga margin bunga bersih (net interest margin/NIM).
Baca Juga: Allo Bank Cetak Pertumbuhan Kredit Double Digit di Tengah Perlambatan Industri Selain itu, Allo Bank mencatat pertumbuhan simpanan deposito yang masih positif dan menjadi salah satu pilar utama pendanaan. Meski demikian, ke depan fokus perseroan tidak hanya pada pertumbuhan nominal, tetapi juga optimalisasi struktur dana pihak ketiga (DPK). Strategi yang dijalankan antara lain melalui penawaran pricing yang kompetitif namun selektif, penguatan digital onboarding, segmentasi nasabah yang lebih presisi, serta integrasi dengan ekosistem untuk mendorong cross-selling produk. Hingga Februari 2026, kredit Allo Bank tumbuh 20,3% secara tahunan menjadi Rp 8,38 triliun. Sementara DPK-nya tumbuh 17,31% yoy. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News