Tak Gentar Gertakan Trump, Komandan AL Iran: USS Abraham Lincoln Kini dalam Bidikan!
Rabu, 25 Maret 2026 18:16 WIB
Oleh: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar
KONTAN.CO.ID - TEHERAN – Eskalasi di perairan Teluk kian mendidih. Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Shahram Irani, menegaskan bahwa pergerakan kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln berada dalam pengawasan nonstop. Ia mengeluarkan peringatan keras: kapal raksasa milik Amerika Serikat (AS) tersebut akan menjadi sasaran empuk jika nekat memasuki jangkauan sistem rudal penghancur milik Iran. Berdasarkan pernyataan resmi Angkatan Darat pada Rabu (25/3/2026), rudal jelajah pantai Angkatan Laut Iran dilaporkan telah melakukan penguncian target terhadap USS Abraham Lincoln. Manuver ofensif ini memaksa kapal induk kebanggaan Pentagon tersebut mengubah posisi koordinatnya guna menghindari risiko fatal.
Perang Iran vs Israel Memanas! Iran Tolak Negosiasi AS, Krisis Energi Global Makin Parah
Laksamana Muda Irani, yang memimpin langsung peluncuran rudal dari markas komando taktis, membawa narasi emosional dalam operasi kali ini. Ia mengenang pengorbanan para martir kapal perusak Iran dan menegaskan bahwa Teheran tidak akan mundur satu inci pun sebelum dendam atas kematian para prajuritnya terbayar tuntas. Baca Juga: Kremlin Sebut Belum Ada Informasi Soal Proposal 15 Poin AS kepada Iran “Angkatan Laut Republik Islam Iran, dengan otoritas maritim penuh di Teluk Persia dan kendali cerdas atas Selat Hormuz, terus memantau waspada armada musuh hingga utara garis lintang 10 derajat. Kami tidak akan berhenti sampai membalas darah para martir kami,” tegas Irani. Pernyataan ini merujuk pada nasib tragis 84 prajurit Iran yang gugur dan 20 lainnya yang dinyatakan hilang dalam konfrontasi dengan AS di masa lalu.
Irani menambahkan, Angkatan Laut Iran saat ini berdiri sebagai pilar martabat bangsa sekaligus pencegah (deterrent) bagi ambisi musuh di kawasan. Ia memastikan USS Abraham Lincoln akan menghadapi serangan “menghancurkan” jika berani melewati garis batas jangkauan rudal Iran. Baca Juga: Transaksi US$500 Juta Terjadi Menjelang Pernyataan Trump, Harga Minyak Anjlok Tajam Ketegangan ini memuncak di saat Israel dan Iran masih saling melancarkan serangan udara secara sporadis. Di sisi lain, militer Iran secara terang-terangan menepis klaim Presiden Donald Trump yang menyebut Washington tengah bernegosiasi untuk mengakhiri perang yang telah mengguncang pasar energi dan keuangan global. Komando gabungan Angkatan Bersenjata Iran, yang didominasi elit garis keras Garda Revolusi, menyebut klaim Trump hanyalah fatamorgana. Mereka menegaskan bahwa AS sebenarnya "sedang bernegosiasi dengan dirinya sendiri." Penolakan keras ini muncul menyusul laporan adanya 15 poin rencana perdamaian yang dikirimkan AS ke Teheran, namun tampaknya menemui jalan buntu di meja petinggi militer Iran.