Tak hanya ke neraca dagang, perang dagang AS-China bisa berimbas ke likuiditas bank



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Risiko perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China efeknya tak hanya ke sektor makro ekonomi seperti nilai tukar dan neraca perdagangan. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebut perang dagang bisa mempengaruhi perbankan Indonesia.

Salah satu efek perang dagang adalah terkait likuiditas perbankan. "Jangan melihat efek perang dagang ini ke satu sisi, namun melihatnya harus secara keseluruhan," kata Halim Alamsyah, Ketua Dewan Komisioner LPS, Rabu (18/7).

Risiko likuiditas ini karena larinya beberapa investor asing yang selama ini memegang surat utang Indonesia kemudian berbalik ke AS.


Hal ini karena investor memandang ekonomi Amerika sudah mulai tumbuh. Meskipun dengan cara seperti perang dagang. 

LPS mencatat dana asing keluar AS sepanjang Januari-Juni 2018 sebesar Rp 150 triliun.

Meskipun perang dagang ini berpotensi berefek ke likuditas, namun LPS mencatat beberapa investor asing sudah kembali masuk ke surat berharga negara.

LPS memproyeksi ke depan kenaikan bunga The Fed tidak akan terlalu agresif lagi. Menurut Halim, hal ini terjadi karena saat ini AS sedang berada di titik puncak pertumbuhan ekonomi yaitu 2,8%.

Pada tahun depan, pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan tak akan lebih tinggi dari 2,9%. Oleh karena itu, kenaikan suku bunga tahun depan tak akan terlalu agresif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi