Tak hanya MTN, PPRO juga akan jual obligasi



Jakarta. Selain menerbitkan surat utang jangka menengah (Medium Term Notes/MTN) tahun ini, PT PP Property Tbk (PPRO) juga akan merilis obligasi sebesar Rp 600 miliar.

Obligasi ditargetkan meluncur pada Juni mendatang.

Indaryanto, Direktur Keuangan PPRO mengatakan, akan menerbitkan obligasi dalam dua seri.


"Seri pertama akan bertenor tiga tahun dan seri kedua bertenor lima tahun," ungkapnya pada KONTAN, Selasa (15/2).

Saat ini, perseroan masih dalam tahap pemilihan under writing untuk mengiringi aksi korporasi tersebut.

Indar bilang, sudah ada delapan perusahan sekuritas yang masuk melakukan penawaran menjadi arranger.

Sejak awal tahun, PPRO telah menerbitkan MTN bertenor satu setengah tahun sebesar Rp 150 miliar dalam dalam tiga tahap.

Tahap pertama senilai Rp 60 miliar pada 29 Januari lalu, tahap kedua Rp 20 miliar pada 5 Februari dan Rp 70 miliar pada 12 Januari 2016.

Ini merupakan bagian dari MTN berkelanjutan senilai Rp 300 miliar yang direncanakan perseroan.

Sebesar Rp 200 miliar akan diterbitkan dalam tenor satu setengah tahun dan Rp 100 miliar akan dirilis dengan tenor tiga tahun.

Pada 29 Februari mendatang, PPRO akan merilis Rp 50 miliar lagi MTN bertenor satu setengah tahun.

Seluruh surat utang jangka menengah dengan tenor tersebut akan dikenakan bunga 10,85%.

Untuk itu, perseroan menggandeng PT Asta Kapital Asia sebagai arranger.

Sedangkan MTN bertenor tiga tahun akan dirilis sekaligus pada Maret mendatang dengan target kupon 11,3% dan Daewo Securitas akan bertindak sebagai under writer.

Seluruh dana dari penerbitan MTN dan Obligasi untuk ekpansi penambahan lahan, pembangunan mall dan penyertaan modal pada anak usaha.

Total belanja modal PPRO tahun ini mencapai Rp 1,2 triliun.

Sekitar Rp 600 miliar dari dana belanja modal untuk penyertaan modal pada perusahaan patungan, sekitar Rp 400 miliar untuk akuisisi lahan dan sisanya untuk invetasi mall.

Tahun ini, PPRO menargetkan bisa membentuk lima perusahaan patungan untuk mengembangkan bisnis properti.

Saat ini, perseroan baru berhasil mendirikan dua perusahaan join venture (JV) yakni dengan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) dan kedua dengan PT Sentul City Tbk (BKSL).

Anak usaha PTPP ini telah menyalurkan penyertaan modal sebesar Rp 85,2 miliar pada dua perusahan patungan tersebut.

Dengan kepemilikan 49%, perseroan menyetor modal Rp 36,2 miliar pada perusahan kerjasama dengan KIJA dan Rp 49 miliar pada anak usaha bersama BKSL.

PPRO dan BKSL akan membangun tiga tower apartemen kelas menengah dengan harga sekitar Rp 500 juta-Rp 800 juta di Bukit Sentul dan akan mengembangkan apartemen murah dengan KIJA sebanyak empat tower dengan harga sekitar Rp 200 juta-Rp 300 juta.

Kedua proyek tersebut sudah mulai melakukan penjualan pemasaran tahun ini.

Hanya saja, Indar belum bisa menyampaikan target marketing sales masing-masing anak usahanya tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News