KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Basis investor Surat Berharga Negara (SBN) individu terus menunjukkan perkembangan. Tidak hanya terbatas pada instrumen SBN ritel, investor individu kini mulai merambah pembelian SBN yang selama ini identik dengan investor institusi atau pasar wholesale. Plt Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kementerian Keuangan, Novi Puspita Wardani, menjelaskan selama ini investor individu umumnya berinvestasi pada SBN ritel seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel (SR), Sukuk Tabungan (ST), hingga Savings Bond Ritel (SBR). Instrumen tersebut memang dirancang dengan nominal pembelian terjangkau, mulai dari Rp 1 juta. “Tapi sekarang investor individu ada tren baru juga. Kalau kita lihat investor individu ini tidak cuma investasi di SBN yang ritel, tapi investor individu ini juga mulai membeli SBN yang sebenarnya kita bilangnya SBN wholesale,” ujar Novi di Gedung Kementerian Keuangan, Senin (26/1/2026).
Tak Hanya ORI dan SR, Investor Ritel Kini Lirik SBN Wholesale
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Basis investor Surat Berharga Negara (SBN) individu terus menunjukkan perkembangan. Tidak hanya terbatas pada instrumen SBN ritel, investor individu kini mulai merambah pembelian SBN yang selama ini identik dengan investor institusi atau pasar wholesale. Plt Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kementerian Keuangan, Novi Puspita Wardani, menjelaskan selama ini investor individu umumnya berinvestasi pada SBN ritel seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel (SR), Sukuk Tabungan (ST), hingga Savings Bond Ritel (SBR). Instrumen tersebut memang dirancang dengan nominal pembelian terjangkau, mulai dari Rp 1 juta. “Tapi sekarang investor individu ada tren baru juga. Kalau kita lihat investor individu ini tidak cuma investasi di SBN yang ritel, tapi investor individu ini juga mulai membeli SBN yang sebenarnya kita bilangnya SBN wholesale,” ujar Novi di Gedung Kementerian Keuangan, Senin (26/1/2026).