JAKARTA. Perusahaan cenderung tidak terlalu meminati penerbitan surat utang jangka pendek dan menengah pada tahun ini. Hal ini terlihat dari pertumbuhan nilai emisi surat utang sanggup bayar (promissory notes) dan obligasi jangka menengah (medium term notes/MTN) yang tidak terlalu mengesankan. Mengutip data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), total nilai surat utang jangka pendek dan menengah selama semester pertama tahun ini mencapai Rp 14,95 triliun. Terdiri dari medium term notes Rp 14,93 triliun, dan promissory notes senilai Rp 24,1 miliar. Memang, jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, ada kenaikan nilai sebesar 30% year to date. Per Juni 2010, penerbitan medium term notes mencapai Rp 11,4 triliun dan promissory notes sebesar Rp 20 miliar.
Tak likuid, emisi MTN dan promissory notes sepi
JAKARTA. Perusahaan cenderung tidak terlalu meminati penerbitan surat utang jangka pendek dan menengah pada tahun ini. Hal ini terlihat dari pertumbuhan nilai emisi surat utang sanggup bayar (promissory notes) dan obligasi jangka menengah (medium term notes/MTN) yang tidak terlalu mengesankan. Mengutip data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), total nilai surat utang jangka pendek dan menengah selama semester pertama tahun ini mencapai Rp 14,95 triliun. Terdiri dari medium term notes Rp 14,93 triliun, dan promissory notes senilai Rp 24,1 miliar. Memang, jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, ada kenaikan nilai sebesar 30% year to date. Per Juni 2010, penerbitan medium term notes mencapai Rp 11,4 triliun dan promissory notes sebesar Rp 20 miliar.