KONTAN.CO.ID - Mikel Arteta memiliki cara unik untuk memastikan para pemain Arsenal selalu siap menghadapi situasi tak terduga. Manajer asal Spanyol itu bahkan sengaja menciptakan berbagai gangguan dalam latihan agar timnya tidak mudah panik ketika menghadapi masalah pada hari pertandingan. Melansir
Reuters Jumat (11/9/2026), Arteta pernah menyewa pencopet untuk menguji kewaspadaan para pemain Arsenal.
Baca Juga: Sesuai Proyeksi, Inflasi AS Naik 0,4% dengan Harga Bensin Jadi Pendorong Utama Ia juga mengecat ruang pertemuan dengan warna yang diyakini dapat meningkatkan konsentrasi serta memutar lagu kebangsaan klub lawan melalui pengeras suara di pusat latihan. Filosofi Arteta adalah tidak membiarkan sesuatu terjadi secara kebetulan. Pendekatan tersebut turut membantu Arsenal meraih gelar Premier League pertamanya dalam 22 tahun pada musim lalu. Karena itu, keterlambatan penerbangan dalam perjalanan menuju Napoli sebelum Arsenal meraih kemenangan di Liga Champions pada Rabu (9/9) tidak membuat Arteta panik. Begitu pula dengan berbagai kemungkinan kendala yang dapat muncul saat Arsenal bertandang ke markas Sunderland pada Sabtu (12/9). "Saya menyukai tantangan seperti ini," ujar Arteta, Jumat (11/9).
Baca Juga: Harga Minyak Merosot, WTI Kembali ke Bawah US$ 100 Per Barel di Malam Ini (11/9) Menurut dia, berbagai situasi tak terduga justru sengaja diciptakan sejak pramusim. Arsenal bahkan mencoba tiba di suatu tempat pada waktu yang berbeda agar pemain dan staf terbiasa menghadapi perubahan situasi. "Kalian bisa ketinggalan pesawat, kereta bisa terlambat. Saya tidak ingin pemain atau staf panik ketika hal itu terjadi. Sebaliknya, mereka harus beradaptasi. Jangan mengeluh dan menjadikannya alasan karena itu sama sekali tidak membantu," kata Arteta. Pendekatan tersebut menjadi salah satu alasan Arsenal diyakini tidak akan mudah terganggu saat menghadapi Sunderland. Arsenal bahkan memiliki pengalaman kurang menyenangkan saat menghadapi lawan tersebut musim lalu setelah kehilangan poin akibat gol penyeimbang pada menit-menit akhir.
Baca Juga: Ekonomi Inggris Tumbuh 1,6% pada Juli, Tertinggi dalam 18 Bulan Arteta sengaja menciptakan gangguan Sejak menangani Arsenal, Arteta berusaha membangun budaya baru di dalam tim. Ia menggunakan berbagai latihan psikologis dan konsentrasi yang tidak biasa. Dalam salah satu latihan, pemain harus saling mengoper bola sembari menyeimbangkan sebuah pena di jari mereka. Untuk menghadapi situasi pertandingan, Arteta juga sengaja membuat berbagai kondisi yang mengharuskan pemain beradaptasi. "Kami terkadang menunda waktu makan, menunda transportasi, mengambil rute berbeda, membuat ruang ganti lebih panas, mengurangi jumlah tempat tidur, karena kami harus beradaptasi sehingga tidak ada unsur kejutan pada hari pertandingan," ungkapnya. Arteta bahkan menanam pohon zaitun berusia sekitar 150 tahun di pusat latihan Arsenal. Pohon tersebut digunakan untuk menekankan pentingnya menjaga akar dan sejarah klub. Dalam sesi pengarahan tim, ia juga membawa versi miniatur pohon tersebut.
Baca Juga: Modi dan Putin Gelar Pembicaraan di New Delhi, Bahas Perdagangan Hingga Pertahanan Arsenal akan memburu kemenangan keempat secara beruntun dalam empat pertandingan pertama Premier League musim ini. Namun, mereka tetap harus mewaspadai Sunderland yang musim lalu mampu menahan Arsenal dengan skor 2-2 lewat gol pada menit-menit akhir. Jika Arsenal menang, klub tersebut hanya akan menjadi tim keenam dalam sejarahnya yang mampu membuka musim liga dengan empat kemenangan beruntun. Dalam tiga kesempatan sebelumnya, Arsenal kemudian berhasil menjadi juara liga. "Musim lalu kami kehilangan poin di sana pada menit terakhir dan kami telah belajar banyak dari pertandingan tersebut," kata Arteta.