Tak Mau Bernasib Seperti Shanghai, Beijing Mulai Putaran Baru Tes Covid-19 Massal



KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Ibu kota China, Beijing, memulai putaran baru tes Covid-19 massal pada Sabtu (7/5) dan menutup lebih banyak rute bus juga stasiun metro, karena berupaya mencegah nasib seperti Shanghai.

Pembatasan mobilitas ketat di Shanghai, pusat ekonomi dan keuangan China, telah menyebabkan frustrasi di antara 25 juta penduduknya dan memicu protes yang jarang terjadi atas masalah-masalah seperti akses ke makanan dan perawatan medis.

Kasus Covid-19 di Shanghai telah turun selama delapan hari berturut-turut. Dan, kota itu mengatakan, wabah berada di bawah kendali yang efektif, memungkinkannya untuk menutup beberapa rumahsakit darurat.


Mengutip Reuters, dalam pengumuman Sabtu, pejabat Shanghai menunda ujian masuk universitas "gaokao" untuk siswa kota selama sebulan. Terakhir kali terjadi pada 2020, saat awal wabah virus corona.

Baca Juga: Covid-19 di China Menggila, Beijing Stop Jalur Transportasi, Shanghai Lockdown

Pejabat tinggi Partai Komunis Shanghai Li Qiang, sekutu dekat Presiden China Xi Jinping, menyatakan dalam pertemuan pemerintah pada Jumat (6/5), "perlu untuk mengeluarkan perintah militer di semua tingkatan".

"Dan, mengambil tindakan yang lebih tegas dan kuat untuk mengatasi perang besar dan tes massal," kata Li, seperti dilansir Reuters.

Kasus Covid-19 Shanghai di luar area yang dikunci, turun menjadi 18 pada Jumat dari 23 sehari sebelumnya. Total kasus baru sedikit menurun menjadi sekitar 4.000, data pada Sabtu menunjukkan.

Shanghai juga membangun ribuan stasiun pengujian PCR permanen, sejalan dengan kota-kota lain, karena China ingin menjadikan pengujian rutin sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Covid-19 Menyebar di China, Beijing Lakukan Pembatasan Transportasi Umum

Sementara Beijing berusaha untuk menghindari ledakan kasus seperti di Shanghai dengan melakukan putaran baru tes Covid-19 massal, melarang makan di tempat di restoran di beberapa distrik.

Selain itu, Pemerintah Beijing menutup lebih dari 60 stasiun kereta bawah tanah, sekitar 15% dari jaringan.

Pada Sabtu, Beijing memulai putaran pertama dari tiga putaran baru tes Covid-19 harian di distrik terbesarnya, Chaoyang, rumah bagi kedutaan besar dan kantor besar. 

Beijing melaporkan 45 kasus Covid-19 bergejala baru pada Jumat, turun dari 55 kasus sehari sebelumnya. Ibu Kota China juga mencatat delapan kasus tanpa gejala, turun dari 17 sehari sebelumnya.

Editor: S.S. Kurniawan