Tak Perlu Naik Kendaraan, Jemaah Sektor 5 Bisa Jalan ke Nabawi



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Menyandang status sebagai sektor terluar di wilayah kerja haji Indonesia di Madinah, Sektor 5 kerap dianggap paling jauh dari Masjid Nabawi. Namun kenyataannya, jarak dari hotel jemaah ke masjid justru relatif dekat dan masih mudah dijangkau jalan kaki.

Kepala Sektor 5 Daker Madinah, Elfi Ryani, menjelaskan bahwa jarak dari kawasan sektor ini ke Masjid Nabawi hanya sekitar 500 meter. Aksesnya pun cukup sederhana, seperti di salah satu hotel di sektor 5, jemaah hanya perlu melewati Masjid Ghamamah sebelum akhirnya tiba di pelataran Masjid Nabawi.

“Jarak antara sektor 5 ke Masjid Nabawi hanya 500 meter ke Masjid Nabawi. Tidak melewati, tidak melintasi sektor manapun, kita melewati Masjid Ghamamah. Setelah itu langsung ada di pelataran Masjid Nabawi,” tutur Elfi, Minggu (26/4/2026).


Baca Juga: Prajurit RI kembali Gugur di Lebanon, Pemerintah Buka Suara

Meski dihuni jemaah dengan beragam kondisi, termasuk lansia, sistem pengawasan dan koordinasi tetap berjalan rapi. Untuk area Masjid Nabawi, pengawasan berada di bawah petugas Seksus Haram. Jika ada jemaah yang tersesat, petugas di area masjid akan segera berkoordinasi dengan sektor terkait untuk proses penjemputan atau pengantaran kembali ke hotel.

Sektor 5 sendiri membawahi total 23 hotel dengan jarak yang bervariasi. Beberapa hotel berada cukup dekat dengan masjid, sementara yang terjauh di antaranya adalah Mirage Hotel. Adapun hotel terdekat tercatat berada di kawasan Huda Taibah.

Dalam menjalankan operasional sehari-hari, koordinasi antarpetugas dilakukan secara cepat dan praktis, salah satunya melalui grup komunikasi daring. Jika ditemukan jemaah yang terpisah dari rombongan atau tersesat, tim sektor akan segera bergerak. Dalam kondisi tertentu, penjemputan dilakukan menggunakan kendaraan operasional yang telah disediakan oleh Daker Madinah.

“Koordinasi dengan sektor lain itu via WA. Kalau ada jemaah kita yang tercecer, ada yang terpisah, kita via WA aja. Terus nanti kita jemput pakai, kalau agak jauh dari sektor kami, dari hotel tersebut, akan kami jemput dengan kendaraan yang difasilitasi oleh Daker, kendaraan sektor,” jelasnya.

Menariknya, di antara para kepala sektor yang bertugas, Elfi Ryani menjadi satu-satunya perempuan. Ia mengaku perasaannya bercampur saat menjalankan tanggung jawab tersebut, namun tetap optimistis.

Dengan dukungan tim yang solid dan kolaborasi lintas fungsi mulai dari akomodasi, transportasi, kesehatan hingga konsumsi berbagai tantangan di lapangan dapat diatasi dengan baik.

Sejauh ini, operasional di Sektor 5 berjalan lancar tanpa kendala berarti. Adapun persoalan yang paling sering ditemui justru hal sederhana, yakni jemaah yang masih belum hafal jalan kembali ke hotel, terutama pada kunjungan awal ke Masjid Nabawi.

Sebagai langkah antisipasi, petugas membekali jemaah dengan kartu identitas hotel. Dengan kartu tersebut, jemaah yang tersesat dapat dengan mudah meminta bantuan petugas atau warga sekitar untuk kembali ke penginapan.

“biasanya kalau baru satu kali atau dua kali ke Masjid Nabawi, masih lupa jalan pulang. Itu aja sih. Tapi kita ingatkan, kita kasih kartu nama hotelnya tersebut. Ibu kalau kesasar, kasih tau aja kartu nama ini, nanti akan diantar atau ada info dari teman-teman petugas lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Jemaah Haji Diimbau Hafal Rute Bus dan Wajib Bawa Kartu Nusuk di Makkah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News