KONTAN.CO.ID – SOLO. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperkuat komitmen investasi infrastruktur telekomunikasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Perseroan meningkatkan panduan belanja modal atau
capital expenditure (capex) 2026 menjadi Rp 20 triliun, dari sebelumnya Rp 15 triliun. Peningkatan alokasi capex tersebut diarahkan untuk mempercepat modernisasi jaringan, meningkatkan kapasitas layanan data, serta memperluas jangkauan konektivitas, termasuk jaringan generasi kelima atau 5G.
Baca Juga: Uji Coba 5G+ XLSMART di Jalur Kereta Jogja-Solo, Kecepatan Bidik 200 Mbps Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART Merza Fachys mengatakan, pengembangan jaringan 5G tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan kecepatan internet. Lebih dari itu, infrastruktur digital diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi. "XLSMART membangun 5G bukan sekadar membangun kecepatan, tetapi lebih dari itu kita ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat," ujar Merza, Kamis (15/10/2026). Menurut dia, penguatan infrastruktur telekomunikasi perlu diikuti dengan pemerataan akses agar manfaat digitalisasi tidak hanya dirasakan masyarakat di kota-kota besar, tetapi juga di berbagai daerah di luar Pulau Jawa.
Baca Juga: Moody’s Pertahankan Rating Baa3 untuk Freeport, Pemulihan Grasberg Jadi Kunci Salah satu langkah yang dilakukan XLSMART adalah memperluas pembangunan infrastruktur ke luar Jawa. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, sekitar 50% BTS baru yang dibangun perseroan berada di luar Pulau Jawa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkecil kesenjangan digital sekaligus memperluas kesempatan masyarakat di daerah untuk memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan ekonomi. Ketersediaan jaringan yang memadai dinilai semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas untuk kegiatan usaha, perdagangan, layanan publik, hingga pengembangan ekonomi berbasis digital. Di sisi lain, XLSMART juga akan meningkatkan kapasitas infrastruktur jaringan yang secara keseluruhan mencapai sekitar 265.000
base transceiver station (BTS). Penguatan kapasitas diperlukan untuk mengantisipasi pertumbuhan trafik data dan menjaga kualitas layanan di tengah meningkatnya aktivitas digital masyarakat.
Baca Juga: Lampaui Ekspor, Konsumsi CPO Domestik Diproyeksi Tembus 27,1 Juta Ton Perseroan turut memperluas jangkauan layanan 5G di Jawa maupun luar Jawa. Pada 2026, cakupan layanan tersebut ditargetkan menjangkau 88 hingga 101 kota. Perluasan jaringan 5G diharapkan membuka peluang pemanfaatan teknologi digital yang lebih luas, baik bagi konsumen maupun pelaku usaha. Konektivitas berkapasitas tinggi dapat mendukung efisiensi operasional, mempercepat pertukaran informasi, serta meningkatkan akses terhadap layanan dan pasar digital. Dengan peningkatan investasi dan pemerataan pembangunan jaringan, XLSMART berupaya memperkuat perannya dalam mendukung transformasi digital nasional.
Perseroan menempatkan pengembangan infrastruktur sebagai salah satu fondasi untuk memperluas akses ekonomi dan meningkatkan produktivitas masyarakat. Ke depan, tantangan pengembangan jaringan tidak hanya terletak pada penyediaan teknologi yang lebih cepat, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan konektivitas yang berkualitas dan menjangkau lebih banyak wilayah. Dengan demikian, manfaat investasi telekomunikasi diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan pelaku ekonomi di berbagai daerah. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News