Jakarta. Rusia menyebut kerja sama perdagangan bebas Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) yang disepakati oleh 12 negara anggota tidak transparan. "Mereka tidak terbuka. Tidak ada yang mengetahui isi perjanjian kerjasama ini karena selain jenis kesepakatan multilateral, kesepakatan ini juga mencakup beberapa perjanjian dagang antara 12 negara anggota yang ketentuannya tidak diketahui oleh negara lainnya," ujar Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin usai acara peringatan Hari Diplomatik Rusia di Jakarta, Jumat (12/2). Sejak mulai diinisiasi pada 2015, TPP telah disepakati oleh 12 negara yakni Singapura, Selandia Baru, Cile, Brunei Darussalam, Amerika Serikat, Peru, Kanada, Meksiko, Malaysia, Jepang, Vietnam, dan Australia.
Tak transparan, Rusia tolak ikut TPP
Jakarta. Rusia menyebut kerja sama perdagangan bebas Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) yang disepakati oleh 12 negara anggota tidak transparan. "Mereka tidak terbuka. Tidak ada yang mengetahui isi perjanjian kerjasama ini karena selain jenis kesepakatan multilateral, kesepakatan ini juga mencakup beberapa perjanjian dagang antara 12 negara anggota yang ketentuannya tidak diketahui oleh negara lainnya," ujar Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin usai acara peringatan Hari Diplomatik Rusia di Jakarta, Jumat (12/2). Sejak mulai diinisiasi pada 2015, TPP telah disepakati oleh 12 negara yakni Singapura, Selandia Baru, Cile, Brunei Darussalam, Amerika Serikat, Peru, Kanada, Meksiko, Malaysia, Jepang, Vietnam, dan Australia.