Takaful bidik premi tumbuh 40%



JAKARTA. PT Asuransi Takaful Keluarga (Asuransi Takaful) targetkan pertumbuhan premi mencapai 40% pada tahun ini. Perluasan jalur distribusi diyakini dapat mendongkrak pertumbuhan premi tahun ini.

Ronny A. Iskandar, President Director Asuransi Takaful mengatakan, perusahaan menargetkan perolehan premi sampai akhir tahun bisa mencapai Rp 540 miliar. Secara year on year (yoy) pertumbuhan premi diperkirakan bisa mencapai 40%. Perusahaan berencana memaksimalkan jalur distribusi dari agen.

Agen akan ditambah dari semula 1.000 menjadi 2.800 agen. Agennya juga tidak sekadar sebagai agen, namun sekaligus sebagai perencana keuangan dari nasabah. Selain itu, Asuransi Takaful juga berencana menambah manfaat atau raider pada produk asuransi jiwa yang dimiliki.


Sementara, jalur distribusi marketing juga akan dioptimalkan tahun ini. Jalur distribusi ini terbilang baru, sebab, perusahaan belum pernah menawarkan produk cash hospital atau asuransi kesehatan dengan jalur telemarketing.

Ronny mengakui, perusahaan akan fokus pada pengembangan jalur distribusi agen ketimbang bancassurance. Sekalipun diakui Ronny, beban operasional agen terbilang tinggi. Ia menyebut nilai akuisisi agen lebih tinggi ketimbang bancassurance. Sebab cara penjualan lewat agen secara door to door.

"Biaya akuisisi lewat agen memang mahal karena penjualannya ditawarkan. Bukan asabah yang mencari," terang Ronny, Senin (21/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini