Take Over KPR ke BJB Syariah Naik 4% di Agustus 2026, Angsuran Tetap Jadi Daya Tarik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren take over pembiayaan kepemilikan rumah (PPR) ke bank syariah masih berlanjut. PT Bank Jabar Banten Syariah (BJB Syariah) mencatat pembiayaan PPR take over dari bank lain tumbuh 4% secara tahunan atau year on year (yoy) hingga 31 Agustus 2026.

Direktur Utama BJB Syariah Arief Setyahadi mengatakan, take over pembiayaan dari bank lain umum dilakukan nasabah setelah periode promo bunga fixed selama satu hingga tiga tahun berakhir. Setelah periode tersebut, nasabah akan menghadapi skema bunga floating yang dapat meningkatkan angsuran.

"Take over pembiayaan ke bank lain merupakan hal yang sering dilakukan oleh nasabah, ketika promo bunga fixed (1-3 tahun) telah berakhir, dimana nasabah harus menyiapkan angsuran lebih untuk bulan selanjutnya karena floating rate berlaku," ujar Arief kepada Kontan, Rabu (30/9/2026).


Baca Juga: KPR BCA Syariah Tumbuh 24,17% Jadi Rp 1,78 Triliun hingga Agustus 2026

Menurutnya, selain mempertimbangkan besaran angsuran, nasabah memilih take over ke bank syariah karena ingin mendapatkan kepastian angsuran dengan tingkat margin yang tetap. Skema tersebut dinilai membantu nasabah, terutama yang memiliki pendapatan tetap, dalam menjaga arus kas hingga pembiayaan lunas.

Kinerja PPR take over juga memberikan kontribusi terhadap penyaluran PPR BJB Syariah. Hingga 31 Agustus 2026, realisasi pencairan PPR khusus take over dari bank lain meningkat 16% yoy terhadap penyaluran pembiayaan kepemilikan rumah.

Arief menyebut, kepastian angsuran menjadi salah satu faktor utama yang mendorong nasabah melakukan take over ke BJB Syariah. Selain pricing atau margin, kenyamanan layanan juga menjadi pertimbangan nasabah.

"Sebagian besar nasabah yang take over ke bank BJB Syariah dari bank lain karena pertimbangan adanya kepastian angsuran fixed selama periode pembiayaan sehingga nasabah mempunyai kepastian untuk menyiapkan cash flow-nya sampai pembiayaan PPR lunas," jelasnya.

Selain itu, BJB Syariah mengandalkan proses layanan yang cepat melalui Service Level Agreement (SLA), serta petugas yang memberikan penjelasan produk PPR secara end to end dan informatif.

Ke depan, BJB Syariah masih membuka ruang pertumbuhan PPR melalui skema take over. Perseroan akan melakukan penyaluran secara selektif baik kepada nasabah eksisting maupun nasabah baru.

Target pasar yang dibidik mencakup aparatur sipil negara (ASN), pegawai BUMN/BUMD, pegawai rumah sakit, dokter, serta pekerja swasta dengan kolektibilitas lancar. Adapun BJB Syariah menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 6% yoy pada 2026.

Baca Juga: Tiga Direksi Bank JTrust Indonesia (BCIC) Kompak Borong Saham di Harga Segini!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News