Taksi Blue Bird siap pakai BBG, tetapi?



JAKARTA. Blue Bird Group menunggu implementasi pemerintah yang ingin mengubah pemakaian bahan bakar minyak (BBM) pada taksi kepada bahan bakar gas (BBG).

Noni Purnomo, Vice President Blue Bird Group mengakui pihaknya sudah mendapat pemberitahuan dari pemerintah, mengenai rencana konversi tersebut.  "Kami siap dan menunggu (implementasi)," ujar Noni kepada KONTAN, Kamis petang (31/1).

Noni menjelaskan, pihaknya saat ini menunggu implementasinya, dalam artian mengenai kesiapan infrastruktur BBG, sampai dengan ketersediaan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) juga dari kualitas BBG yang akan digunakan.


Jika memang rencana pemerintah tersebut sesuai dengan harapan pengusaha taksi, Noni mengaku siap menjalankannya. Sebab, tujuan akhir dari aturan itu adalah untuk menghemat pemakaian BBM bersubsidi yang kian bengkak.

Hal senada sebelumnya disampaikan oleh David Santoso, Direktur Keuangan PT Express Transindo Utama Tbk selaku operator pemilik taksi Express. Namun, David lebih tegas dalam meminta kejelasan proyek konversi BBM ke BBG tersebut.

Menurutnya, jika memang ada konversi, maka pihaknya membutuhkan pernyataan tertulis. "Kalau bisa ada jaminan hitam di atas putih dari pemerintah. Jadi jika suplai gasnya terhambat harus ada yang kena sanksi dan sanksinya jelas," ujar David.

Pada akhir Januari 2013 lalu, Jero Wacik Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, tahun ini pemerintah berencana untuk melakukan konversi BBM taksi ke BBG untuk taksi yang beroperasi di Jabodetabek.

Untuk itu, Kementerian ESDM akan membangun stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di setiap pool taksi yang ada di wilayah Jabodetabek. Namun hingga kini, belum diketahui siapa yang mau membangun SPBG tersebut, apakah pemerintah atau perusahaan taksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri