KONTAN.CO.ID - WhatsApp (WA) masih menjadi aplikasi pesan instan paling populer di Indonesia. Hampir semua aktivitas komunikasi, mulai dari percakapan pribadi hingga urusan bisnis, kini banyak bergantung pada platform milik Meta ini. Di tengah situasi panas seperti saat ini, banyak orang khawatir percakapan mereka di WA bisa disadap oleh pihak lain.
WhatsApp Sudah Gunakan Enkripsi End-to-End
Sejak 2016, WhatsApp menerapkan teknologi end-to-end encryption (E2EE). Seharusnya, fitur ini membuat isi pesan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima, bahkan pihak WhatsApp sendiri tidak dapat mengaksesnya. Dalam laman resminya, WhatsApp menegaskan: “When end-to-end encrypted, your messages, photos, videos, voice messages, documents, live location, status updates, and calls are secured from falling into the wrong hands. No one outside of the chat, not even WhatsApp, can read or listen to them.” Dengan kata lain, isi chat teks, panggilan suara, hingga video call melalui WhatsApp sudah terlindungi secara otomatis. Baca Juga: Kenapa Tulisan Ambulans Terbalik? Pahami Inversi Lateral untuk KeselamatanApakah WhatsApp Bisa Disadap?
Secara teknis, WhatsApp sangat sulit disadap melalui jaringan karena seluruh data komunikasi dilindungi enkripsi. Namun begitu tidak berarti percakapan Anda benar-benar imun dari intipan pihak lain. Ada beberapa celah yang masih perlu diwaspadai:- Metadata masih terlihat: siapa menghubungi siapa, kapan, dan durasi komunikasi.
- Perangkat terinfeksi spyware: malware seperti Pegasus bisa mencuri isi percakapan langsung dari ponsel.
- Cadangan (backup) di cloud: jika pengguna tidak mengaktifkan backup terenkripsi, data di Google Drive atau iCloud rentan diakses pihak lain.
- WhatsApp Web: risiko terjadi jika pengguna lupa keluar dari akun di perangkat lain.
- Rekayasa sosial: kasus penyadapan lebih sering terjadi karena pengguna tertipu memberikan kode OTP atau PIN dua langkah.
Bagaimana dengan Telepon WhatsApp?
Panggilan suara dan video di WhatsApp juga memakai enkripsi end-to-end. Artinya, hanya penelepon dan penerima yang bisa mendengar percakapan. Namun, risiko tetap ada jika perangkat pengguna disusupi spyware atau aplikasi perekam layar. Dengan kata lain, masalah keamanan bukan pada enkripsi WhatsApp, melainkan pada keamanan perangkat itu sendiri. Baca Juga: Jangan Lewatkan! 8 Fenomena Astronomi Menarik di Bulan September 2025Catatan Khusus bagi Pengguna WhatsApp Business
Untuk akun WhatsApp Business, sistem enkripsi tetap berlaku. Namun, WhatsApp memberi catatan khusus: jika bisnis memilih layanan tambahan seperti penyimpanan pesan di server Meta atau menggunakan AI dari Meta untuk membalas pesan, maka sebagian percakapan tidak lagi terenkripsi penuh. Kondisi ini akan ditandai secara jelas di ruang chat, sehingga pengguna bisa mengetahui status enkripsi percakapannya.Cara Mengamankan Akun WhatsApp dari Penyadapan
Pengguna tetap bisa mengambil langkah pencegahan agar akun lebih aman, antara lain:- Aktifkan verifikasi dua langkah.
- Gunakan cadangan terenkripsi end-to-end di cloud.
- Selalu logout dari WhatsApp Web setelah digunakan.
- Perbarui aplikasi dan sistem operasi secara rutin.
- Hindari membagikan kode OTP kepada siapa pun.