KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transformasi digital yang kian pesat menempatkan keamanan siber sebagai fondasi utama keberlanjutan ekonomi digital. Namun, di tengah meningkatnya ancaman siber, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam ketersediaan talenta yang kompeten. Kondisi ini menegaskan pentingnya memperkuat ekosistem talenta siber secara menyeluruh melalui kolaborasi lintas sektor. Penguatan ekosistem tidak dapat dilakukan secara parsial. Keterlibatan industri, komunitas, pemerintah, serta platform digital menjadi kunci dalam menciptakan talenta siber yang adaptif dan siap menghadapi dinamika ancaman global. Memahami kondisi tersebut, Peris.ai dan Team RRQ memperkuat kolaborasi dalam membangun masa depan talenta siber nasional melalui program Cyber Breaker yang telah dimulai sejak 2024.
Baca Juga: Keberlanjutan Bisnis, Investasi Keamanan Siber Menjadi Kunci Utama Pada 2026, Peris.ai dan Team RRQ meluncurkan Cyber Breaker Season 3 sekaligus menghadirkan pelatihan
Cyber-Gig: Building Cyber Talent Ecosystem sebagai platform pengembangan talenta siber Indonesia. Peluncuran program ini digelar di Jakarta Creative Hub. Program Cyber Breaker Season 3 didukung oleh Satria Siber Nusantara (SSN) sebagai sponsor utama. Sementara itu, pelatihan Cyber-Gig diselenggarakan bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Program ini juga sejalan dengan agenda pengembangan gig economy yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dengan menyiapkan talenta yang memiliki keterampilan praktis, fleksibel, dan siap terjun sebagai pekerja lepas di pasar global. Pelatihan Cyber-Gig membuka peluang bagi individu untuk mengakses pekerjaan berbasis proyek di bidang keamanan siber, yang permintaannya terus meningkat seiring akselerasi transformasi digital.
Baca Juga: Risiko Siber Meningkat, Manajemen Identitas Jadi Kunci Keamanan Korporasi Sejak pertama kali diselenggarakan, program ini menunjukkan pertumbuhan pesat, dari 137 peserta pada Season 1 menjadi 616 peserta pada Season 2. Selain itu, Season 2 juga mencatat lebih dari 2,3 juta penonton digital serta melibatkan lebih dari 44 komunitas siber/IT. Pada Season 3, jumlah peserta ditargetkan meningkat hingga 1.000 orang. Head of Cyber Breaker Competition, Reza Dhio Pratama, menjelaskan bahwa pada musim ketiga ini, format kompetisi dibuat lebih terstruktur melalui dua tahap utama, yakni
Cyber Breaker Development (CBD) dan
Cyber Breaker Competition (CBC). Peserta akan memulai dari level regional dan nasional, kemudian tim terbaik melaju ke Promotion Day sebelum masuk ke CBC League sebagai panggung utama.
“Format ini dirancang agar peserta tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga membangun pengalaman, reputasi, dan peluang karier di bidang keamanan siber,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (17/4/2026). Mengusung semangat
#WinAtEveryLevel, Cyber Breaker Season 3 menekankan bahwa setiap tahap merupakan sebuah pencapaian. Mulai dari level regional hingga tampil di liga utama, seluruh proses menjadi bagian penting dalam perjalanan karier talenta siber. Secara keseluruhan, Cyber Breaker 2026 Season 3 diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem talenta siber di Indonesia melalui kolaborasi antara industri, komunitas, pemerintah, dan platform digital. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News