Tambah gerai supaya mobil laku terjual



JAKARTA. Salah satu cara pebisnis otomotif memperbesar penjualan adalah memperlebar pangsa pasar. Langkah inipun PT Nissan Motor Indonesia lakoni.

Salah satu pabrikan asal Jepang ini langsung membuat lima outlet penjualan di beberapa daerah. "Dengan adanya tambahan lima outlet ini, berarti Nissan memiliki 76 outlet penjualan," kata Teddy Irawan Vice President Director Sales and Marketing PT Nissan Motor Indonesia kepada KONTAN, Kamis (12/7).

Dari lima outlet, empat outlet punya fasilitas penjualan, perawatan dan penjualan suku cadang seperti di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Gorontalo, Kediri dan Solo. Sedangkan tambahan satu outlet penjualan berada di lokasi Ciledug, Jakarta.


Nissan mengeluarkan dana antara Rp 20 miliar hingga Rp 30 miliar untuk membangun satu outlet penjualan. Untuk target sampai Maret 2013, Nissan bakal memperluas jaringan penjualan dan bengkel menjadi 90 outlet.

Penambahan gerai ini tidak berhenti sampai disini. Sebagai langkah antisipasi selesainya pabrik baru Nissan tahun 2014 nanti yang punya kapasitas produksi 250.000 unit mobil per tahun, Nissan menargetkan bakal menambah gerai penjualan menjadi 150 outlet pada 2015 nanti.

Outlet yang makin bertambah ini tentu bisa menaikkan angka penjualan Nissan. Untuk penjualan April 2012-Maret 2013 (tahun fiskal 2012), Nissan menargetkan bisa mencapai 90.000 unit atau naik 50% dari total penjualan di tahun fiskal 2011 yang cuma 60.000 unit.

Langkah serupa juga PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) kerjakan. Selama periode Januari - Juni tahun ini, KTB menambah 45 outlet penjualan di beberapa daerah.

Rizwan Alamsjah Executive Marketing Director Krama Yudha Tiga Berlian menuturkan adanya tambahan ini membuat jumlah outlet Mitsubishi mencapai 191 outlet di seluruh Indonesia. Hinga 2015, Krama Yudha menargetkan bisa memiliki 205 outlet penjualan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Markus Sumartomjon