Tambah Kapasitas 23,8 MW, PGE Area Kamojang Rampungkan Proyek Pemipaan Sumur Produksi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) Area Kamojang kembali mencatatkan capaian strategis dengan berhasil merampungkan proyek pemipaan sumur produksi panas bumi KMJ-19.5 dan KMJ-30.3 pada Selasa (17/2/2026).

Penyelesaian proyek ini meningkatkan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang sebesar 23,8 megawatt (MW), sekaligus memperkuat keandalan pasokan listrik berbasis panas bumi, khusunya di wilayah Kamojang dan Jawa Barat.

Capaian ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PGE dalam mengoptimalkan potensi panas bumi serta menjaga kinerja operasional pembangkit agar tetap andal dan efisien.


Proyek pemipaan semakin memperkuat keandalan pasokan listrik berbasis panas bumi di Kamojang yang memiliki total daya terpasang 235 MW dari lima unit PLTP. Dengan dukungan infrastruktur yang semakin optimal, operasional pembangkit dapat berjalan lebih efisien dalam memenuhi kebutuhan listrik.

Baca Juga: Kuasai Pasokan Dunia, Perhapi Susun Standar ESG Nikel Indonesia

Melalui pencapaian ini, PGE Area Kamojang kembali menegaskan perannya dalam mengakselerasi transisi energi Indonesia menuju sistem kelistrikan yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan.

General Manager PGE Area Kamojang I Made Budi Kesuma Adi Putra menyampaikan bahwa keberhasilan proyek ini merupakan bagian dari langkah konkret perusahaan dalam mendukung transisi energi nasional.

“Setiap peningkatan pasokan uap panas bumi memperkuat kontribusi energi baru dan terbarukan (EBT) terhadap bauran energi nasional. Selama ini, PLTP Kamojang telah memasok listrik untuk lebih dari 260.000 rumah tangga selama 24 jam sehari tanpa bergantung pada sinar matahari, cuaca, maupun bahan bakar fosil. Dengan rampungnya proyek pemipaan ini, kami semakin semangat dalam menyediakan pasokan energi bersih yang andal bagi masyarakat Kamojang dan Jawa Barat, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/3/2026).

Hingga September 2025, produksi listrik dari Kamojang mencapai 1.326 gigawatt hour (GWh), tertinggi di antara seluruh WKP PGE. Operasi bersih ini juga berkontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi karbon hingga 1,22 juta ton CO2 per tahun, sejalan dengan upaya Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060.

Baca Juga: Mendag Bakal Panggil Eksportir Sawit Bahas Dampak Perang AS-Israel vs Iran

Saat ini PGE juga tengah mengoptimalkan pemanfaatan uap dari sumur-sumur bertekanan rendah di Kamojang dengan kapasitas sebesar 5 MW yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Selain di Kamojang, PGE juga tengah memperluas kapasitas terpasang secara nasional melalui berbagai proyek strategis. Dalam jangka panjang, PGE menargetkan kapasitas total sebesar 3 gigawatt (GW) yang telah teridentifikasi dari 10 WKP yang dikelolanya. Untuk mewujudkan hal tersebut, PGE tengah memprioritaskan sejumlah proyek quick win.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News