Tambah saham Taspen, Bank Mantap siap rights issue



JAKARTA. PT Bank Mandiri Taspen Pos menargetkan menerbitkan saham baru (rights issue) sekitar September-Oktober 2016 untuk penguatan modal. Dana segar yang diharapkan bisa masuk ke permodalan sebesar Rp 400 miliar.

Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi mengatakan, nantinya, sebagai pemegang saham utama, Mandiri akan melepas sebagian kepemilikan saham ke Taspen. Sehingga nantinya setelah rights issue, saham Taspen bisa naik sampai 30% dari saat ini 20,2%.

“Namun nantinya mayoritas tetap kami Bank Mandiri, selanjutnya Taspen lalu PT Pos,” ujar Tardi, Rabu, (4/8).


Nantinya, menurut Tardi, dana segar sebesar Rp 400 miliar yang didapat dari rights issue ini selain untuk memperkuat permodalan, juga untuk penambahan jaringan yang ada. Terkait dengan penambahan cabang, saat ini izin penambahan cabang Bank Mantap sudah ada di 14 provinsi.

Nantinya diharapkan sampai akhir tahun Bank Mantap bisa menambah cabang di 23 provinsi. Diharapkan sampai akhir tahun akan ada sebanyak 123 cabang Bank Mantap di seluruh Indonesia dari Aceh sampai Manado.

Sebagai informasi, saat ini Mandiri di Bank Mantap mempunyai saham sebesar 58,6% sedangkan sisanya dimilki PT Taspen dan PT Pos masing-masing sebesar 20,2%.

Direktur Utama Bank Mantap Nixon LP Napitupulu menargetkan pada tahun depan dana hasil rights issue ini sudah bisa masuk permodalan sehingga bisa menambah modal inti anak usaha Bank Mandiri ini dari saat ini Rp 747 miliar menjadi Rp 1,1 triliun pada awal tahun depan.

“Terkait dengan rights isue ini masih menunggu pertemuan Tripartit antara perwakilan Mandiri, PT Taspen dan PT Pos. Setelah rights issue dilakukan, nantinya masuknya dana juga harus menunggu izin dari OJK. Diharapkan

Target masuk ke BUKU II pada awal tahun depan ini, menurut Nixon disebabkan karena, banyak perusahaan menerapkan syariah untuk menempatkan dana harus di BUKU II. Terkait, dengan bisnis yang nanti diincar ketika sudah masuk BUKU II, Nixon mengatakan Bank Mantap masih akan fokus ke dua bisnis utama yaitu pensiunan dan ritel UMKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia