KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tambahan alokasi subsidi energi sebesar Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun dinilai masih cukup untuk meredam dampak lonjakan harga minyak global, setidaknya dalam jangka pendek. Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Banjaran Surya Indrastomo, mengatakan tambahan anggaran tersebut diperkirakan mampu mengakomodasi kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada rata-rata US$85 per barel, dengan asumsi nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.975 per dolar AS. “Meski harga minyak di pasar saat ini telah melampaui US$100 per barel, rerata harga secara year to date masih berada di level US$78,48 per barel. Ini menunjukkan ruang bantalan fiskal masih relatif memadai,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (2/4/2026).
Tambahan Anggaran Subsidi Energi Bakal Bisa Redam Lonjakan Harga Minyak Jangka Pendek
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tambahan alokasi subsidi energi sebesar Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun dinilai masih cukup untuk meredam dampak lonjakan harga minyak global, setidaknya dalam jangka pendek. Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Banjaran Surya Indrastomo, mengatakan tambahan anggaran tersebut diperkirakan mampu mengakomodasi kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada rata-rata US$85 per barel, dengan asumsi nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.975 per dolar AS. “Meski harga minyak di pasar saat ini telah melampaui US$100 per barel, rerata harga secara year to date masih berada di level US$78,48 per barel. Ini menunjukkan ruang bantalan fiskal masih relatif memadai,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (2/4/2026).