Tancap Gas pada 2026, TRIN Kejar Recurring Income Lewat Sektor Properti Strategis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) Trinland bersiap memperkuat fondasi bisnisnya pada 2026 melalui sejumlah langkah strategis. Salah satu yang menjadi fokus perusahaan adalah meningkatkan recurring income dengan masuk ke sektor-sektor properti bernilai tambah tinggi.

Co-Founder & Group CEO TRIN, Ishak Chandra menjelaskan bahwa Manajemen akan memosisikan perusahaan untuk mengembangkan proyek pada kategori core, value add, serta beberapa proyek opportunistic yang mengikuti tren pasar. 

“Di pasar kami selalu mengeluarkan suatu produk yang first in the market, dan di core value. Di sini (paparan) ada namanya me too project, artinya orang lain buat, kami juga buat. Pokoknya apa pun yang laku pasar, kami juga buat. Tapi tambah ke kanan, kita always launch the first in the market,” ungkap Ishak, dalam media gathering, pada Rabu (25/2). 


Baca Juga: Summarecon Bekasi Targetkan Jual 30 Unit Rumah Super Mewah Tahun Ini

Lebih jauh dia mengatakan, sejalan dengan Masuknya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, anak dari pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo sebagai Presiden Komisaris Perseroan, TRIN mulai memperluas portofolio bisnisnya ke tiga sektor strategis, yakni logistic park, data center, serta ultra luxury hospitality. 

Ketiga sektor ini dipilih berdasarkan potensi pertumbuhan jangka panjang  tingkat permintaan yang terus meningkat, serta karakteristik yang dinilai sejalan dengan visi Perseroan.

“Beliau itu punya satu vision adalah bagaimana kita bisa masuk ke recurring income product. Itu adalah produk atau proyek yang bisa menghasilkan return. Setiap berulang, pendapatan berulang,” tuturnya. 

Pada kesempatan yang sama, Founder Triniti Land, Bong Chandra menjelaskan, sebagai tahap awal dari pengembangan bisnis baru tersebut, perusahaan akan segera mengumumkan rencana pengembangan proyek ultra luxury hospitality dengan menggandeng brand global dalam waktu dekat. 

Untuk lokasi dan penggunaan lahan, Chandra menyebut, proyek hospitality ini akan dibangun di lahan yang sudah dimiliki yang lokasinya dekat dengan proyek eksiting. 

“Di mana nanti kami juga berencana untuk membuat plot-plot yang sudah kami desain di master plan-kan untuk hotel. Itu di lahan existing yang sudah kami kuasai,” tuturnya. 

Masih di segmen hospitality, TRIN juga akan mengembangkan Tower 2 dari proyek  mixed-use Collins Boulevard yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan. 

Untuk ke depannya, pengembangan akan dilanjutkan ke dua sektor bisnis lainnya, yakni logistic park dan data center. Ketiga sektor anyar ini diproyeksikan dapat memperkuat fundamental bisnis perusahaan ke depan, baik dari sisi marketing revenue maupun kinerja keuangan. 

Di samping fokus baru perusahaan untuk menggarap sektor bisnis baru, Manajemen tetap memiliki rencana pengembangan pada Sequoia Hills, proyek landed house eksklusif Triniti Land di Sentul yang masih menjadi penopang utama marketing revenue. 

Chandra menyebut, Sequoia Hills, merupakan salah satu proyek terbesar perseroan yang  berdiri di lahan seluas 95 hektar dengan nilai proyek mencapai Rp 15 triliun-Rp 16 triliun. 

Saat ini Sequoia Hills sudah memiliki tiga cluster, dan akan masuk ke pengembangan cluster keempat dan kelima pada tahun ini. 

“Jadi diluar dari proyek baru yang akan kami kerjakan, ini adalah existing project, yang memang proyek yang low risk, karena landed. Dan proyek ini akan kami speed up dengan masuknya strategic partner baru,” tandasnya. 

Baca Juga: Stok Batubara Menipis, APLSI Sebut Sektor Kelistrikan Nasional Tengah Kritis

Selanjutnya: Jadwal Buka Puasa Balikpapan Hari Ini (25/2): Cek Waktu Magrib dari Kemenag RI

Menarik Dibaca: Promo 1 Hari Superindo Spesial Gajian 25 Februari 2026, Diskon 40% & Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News