Tangerang Dominasi Pasokan Rumah Baru di Jabodetabek, Segmen Menengah Terbesar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cushman & Wakefield Indonesia melaporkan terdapat 4.523 unit pasokan perumahan tapak baru di Jabodetabek dan Karawang pada semester II-2025.

Head of Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, mencermati pada periode tersebut Tangerang memimpin pasokan baru dengan kontribusi sebesar 55% dari total peluncuran.

"Pertumbuhan ini didukung oleh aktivitas pengembangan yang berkelanjutan. Tidak hanya di wilayah Tangerang Selatan seperti BSD City, CitraGarden Bintaro, dan Alam Sutera 2, tetapi juga di wilayah utara Tangerang, termasuk pengembangan hunian baru di sekitar bandara seperti Asthara Skyfront City," paparnya dalam laporan MarketBeat Cushman & Wakefield, Senin (2/2/2026).


Baca Juga: Cushman & Wakefield: Stok Perkantoran CBD Jakarta Tetap 7,4 Juta m² hingga Akhir 2025

Lebih lanjut, Bogor–Depok disebut menyumbang 19% dari pasokan baru, diikuti oleh Bekasi sebesar 12%, sedangkan sisanya berasal dari Jakarta dan Karawang dengan porsi yang relatif minimal.

Berdasarkan segmen, Arief melihat segmen menengah, atau rumah dengan harga Rp 1 miliar–Rp 2 miliar, mendominasi pasokan baru selama periode tersebut dengan porsi sebesar 32% dari total peluncuran.

Menurut Arief, hal ini mencerminkan respons pengembang terhadap permintaan yang secara konsisten kuat terhadap hunian segmen menengah.

"Sementara itu, segmen menengah bawah yang sebelumnya menjadi kontributor terbesar terhadap pasokan baru turun ke posisi kedua dengan kontribusi sebesar 12,5%. Ini diikuti oleh segmen menengah atas dan segmen atas yang masing-masing berkontribusi sekitar 11%," jelas Arief.

Baca Juga: Podomoro Park Bandung Mulai Serah Terima Millennial Home, Komitmen Tepat Waktu

Ia menambahkan, per Desember 2025, harga rata-rata lahan di wilayah Jabodetabek tercatat sekitar Rp 12.746.152/m², naik moderat sebesar 0,84% secara kuartalan. Sementara itu, harga jual meningkat 1,58% secara tahunan.

Pertumbuhan yang moderat tetapi konsisten ini, kata Arief, mencerminkan kondisi pasar hunian yang stabil dan sehat. "Dengan didukung oleh peningkatan infrastruktur dan fasilitas publik yang berkelanjutan, serta kenaikan harga yang terjadi secara bertahap dan bukan lonjakan mendadak," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News