Tangkap Peluang Kecerdasan Buatan, DSSA Perkuat Energi dan Infrastruktur Digital



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Di tengah dorongan transisi energi dan percepatan transformasi digital, pelaku usaha mulai mengintegrasikan kedua sektor tersebut sebagai strategi jangka panjang. Sinergi energi rendah emisi dan infrastruktur digital dinilai menjadi fondasi penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi di masa depan.

Sejalan dengan itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berupayamendukung kebutuhan makro Indonesia melalui penguatan portofolio energi baru terbarukan (EBT) sekaligus ekspansi infrastruktur digital. Upaya ini melalui percepatan adopsi energi bersih, transformasi praktik pertambangan berkelanjutan, serta pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Pendekatan DSSA menjaga keandalan pasokan energi saat ini, sekaligus secara bertahap mengembangkan sumber energi yang lebih rendah emisi sebagai bagian dari strategi jangka panjang.


"Sejalan dengan itu, kami terus memperkuat operational excellence melalui penerapan praktik yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan. Mulai peningkatan efisiensi, optimalisasi penggunaan energi dan sumber daya, digitalisasi operasional, hingga pengurangan emisi dan limbah secara terukur,” ujar Lokita Prasetya, Wakil Presiden Direktur DSSA, Kamis (2/4)

Dari sisi energi, DSSA tetap menjadikan sektor ini sebagai fondasi bisnis dengan fokus pada efisiensi dan keberlanjutan. Perseroan mulai mengakselerasi elektrifikasi armada operasional di PT Borneo Indobara (BIB) sebagai bagian dari inisiatif green mining.

Selain itu, DSSA  memperkuat portofolio EBT, khususnya panas bumi dan tenaga surya, termasuk melalui pengoperasian pabrik panel surya terintegrasi di KEK Kendal serta pengembangan proyek geothermal dengan potensi mencapai 440 MW di sejumlah wilayah strategis.

Langkah tersebut merupakan bagian dari target jangka panjang DSSA untuk mencapai carbon neutrality pada 2050 melalui transisi energi yang dilakukan secara bertahap dan terukur.

Baca Juga: Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Siap Eksekusi Stock Split, Ini Tanggal Pentingnya

Di sisi lain, DSSA agresif memperluas bisnis infrastruktur digital untuk menangkap peluang pertumbuhan ekonomi berbasis data. Perusahaan menjalin kemitraan dengan iFLYTEK guna mengembangkan solusi AI serta kapabilitas analitik berbasis large language model (LLM).

Pertumbuhan kebutuhan data dan konektivitas menjadi pendorong utama pengembangan bisnis digital DSSA. "Kami melihat peluang besar mendorong pemerataan penetrasi digital dengan menjawab kesenjangan yang ada, sekaligus menghadirkan solusi berbasis AI yang mudah diakses,” ujar Marlo Budiman, CEO PT DSST Mas Gemilang (DSST).

Saat ini, DSSA mengoperasikan jaringan fiber optik sepanjang sekitar 57.000 km dengan lebih dari 9 juta homepass serta sekitar 1 juta pelanggan broadband melalui MyRepublic Indonesia.

Infrastruktur ini diperkuat dengan pengembangan jaringan data center nasional. Termasuk rencana pembangunan fasilitas Tier-IV AI-ready di Jakarta yang ditargetkan beroperasi pada semester II-2026.

Direktur DSSA, David Audy melihat, peluang masa depan Indonesia yang akan banyak mengadopsi AI. Adopsi ini akan ditopang oleh dua fondasi utama, yaitu energi yang andal dan infrastruktur konektivitas digital yang merata.

"DSSA membangun keduanya secara terintegrasi, menjaga keandalan pasokan energi saat ini sekaligus mempercepat pengembangan portofolio energi rendah emisi seperti geothermal. Sejalan dengan itu, kami terus memperkuat infrastruktur digital sebagai tulang punggung ekonomi berbasis data.”

“Dengan fondasi ini, DSSA berada pada posisi strategis sebagai enabler sekaligus beneficiary dari pertumbuhan adopsi AI di Indonesia,” lanjut David.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News