Tangkap Peluang RI, GHD Buka Kantor Baru Bidik Proyek Energi dan Infrastruktur



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan layanan profesional global GHD memperkuat ekspansinya di Asia Tenggara dengan meresmikan kantor barunya di Indonesia. 

Langkah ini menandai peningkatan fokus perusahaan terhadap peluang proyek infrastruktur dan pengembangan berkelanjutan di dalam negeri.

Peresmian kantor tersebut dilakukan melalui acara resepsi jejaring di Ritz-Carlton Jakarta yang dihadiri pemangku kepentingan dari sektor pemerintahan, industri, hingga perwakilan diplomatik, termasuk Duta Besar Selandia Baru dan Kanada.


"Langkah ekspansi ke Indonesia mendukung terciptanya peluang kolaborasi yang lebih luas dengan klien dan mitra kami di Asia Tenggara dan sekitarnya, sebagai kelanjutan dari kesuksesan operasional kami di Singapura dan Filipina," ujar CEO GHD Jim Giannopoulos dalam keterangannya, Kamis (23/2/2026).

Baca Juga: Dongkrak Daya Saing & Investasi Kawasan Industri, JIEP Genjot Infrastruktur Digital

Ia menilai Indonesia memiliki prospek jangka panjang yang kuat, terutama dalam pengembangan sektor berbasis keberlanjutan.

“Indonesia diprediksi akan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2050. Kami melihat adanya aspirasi kuat dari masyarakat di Indonesia dan lebih luas di kawasan ASEAN terhadap masa depan yang lebih berfokus pada kelestarian lingkungan dan pentingnya pengembangan sumber daya secara berkelanjutan, terutama di sektor pangan, air, energi, dan mineral,” tambahnya.

Seiring ekspansi ini, GHD mulai menggarap sejumlah proyek strategis di Indonesia. Salah satunya adalah proyek percontohan kerja sama Kanada–Indonesia dalam menghadirkan teknologi pengukuran air di Kota Jambi, melalui kolaborasi dengan Perumdam Tirta Mayang dan Canadian Commercial Corporation.

Baca Juga: FinDev Canada Investasikan US$30 Juta ke IIF, Perkuat Infrastruktur Rendah Karbon RI

Selain itu, perusahaan juga telah merampungkan laporan ASEAN SAF 2050 Outlook yang membahas rantai pasok bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) di Indonesia dan kawasan ASEAN.

Kantor GHD di Indonesia dipimpin oleh Phil Baker, yang memiliki pengalaman lebih dari empat dekade di sektor energi, sumber daya, dan pengembangan proyek internasional di berbagai negara.

"Kehadiran kantor kami di Jakarta memungkinkan kami untuk bekerja lebih erat dengan klien di Indonesia, serta klien global kami yang sedang melakukan investasi dan ekspansi di sini. Fokus utama bisnis kami meliputi sektor energi, sumber daya, air, dan lingkungan," jelas Baker.

Didirikan pada 1928 di Melbourne, Australia, GHD saat ini memiliki lebih dari 12.000 tenaga ahli yang tersebar di lebih dari 160 kantor di seluruh dunia. Pada 2025, perusahaan mencatat pendapatan bruto lebih dari AUD 3 miliar.

Melalui ekspansi ini, GHD menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran di pasar Indonesia, khususnya dalam mendukung proyek-proyek infrastruktur dan pengembangan berkelanjutan di kawasan.

Baca Juga: Danantara–Yordania Siapkan Proyek Strategis Energi, Infrastruktur, dan Logistik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News