KONTAN.CO.ID - JAKARTA. TaniFund telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penyelenggara fintech P2P lending sektor agrikultur. Melalui izin tersebut, perusahaan berkomitmen menyediakan akses permodalan bagi petani dan UMKM di seluruh negeri. Keputusan OJK tersebut tertuang dalam Surat Tanda Berizin KEP-64/D.05/2021 yang diterbitkan pada tanggal 2 Agustus 2021. Dengan demikian, TaniFund bergabung bersama 68 P2P lending lain yang berstatus berizin dan diawasi OJK. Chief Strategy Officer TaniHub Group Natalia Rialucky Marsudi mengatakan, bahwa TaniFund sebagai unit P2P lending di bawah startup agritech TaniHub Group berharap lisensi tersebut dapat meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan para pendana (lender) serta peminjam (borrower).
"Dengan mengantongi izin usaha dari OJK, TaniFund dapat dipastikan keabsahan keberadaannya karena telah diakui secara resmi dan diawasi secara aktif oleh regulator industri keuangan Indonesia," kata Natalia dalam keterangan resmi, Jumat (22/8). Baca Juga: Cegah literasi investasi rendah, Moduit kolaborasi dengan UWKS Dengan berbekal dukungan masyarakat, TaniFund akan memperluas ekspansi ke luar pulau Jawa, melakukan inovasi produk, dan memperkuat monitoring melalui advanced internal credit scoring. Bahkan, perusahaan akan membidik pendanaan baru sebesar Rp 700 miliar dalam beberapa tahun ke depan. Dengan begitu, perusahaan dapat memberikan akses keuangan dan permodalan bagi petani serta pengusaha UMKM.