Tanker Rusia Dekati Kuba Saat Trump Longgarkan Blokade Minyak



KONTAN.CO.ID - Sebuah kapal tanker Rusia yang membawa minyak mentah telah memasuki perairan Kuba dan diperkirakan akan tiba di pelabuhan pada Senin (30/3/2026), memberikan angin segar bagi Kuba di tengah sinyal kelonggaran dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap blokade minyak de facto di pulau Karibia itu.

Melansir Reuters, data pelacakan kapal menunjukkan bahwa kapal berbendera Rusia, Anatoly Kolodkin, berada di ujung timur Kuba pada Minggu (29/3/2026) dan dijadwalkan tiba di pelabuhan Matanzas pada Senin, menurut situs berita resmi Kuba, Cubadebate.

Baca Juga: Yen Melemah ke 160 per Dolar, Jepang Siap Ambil Langkah Tegas


Trump, dalam pernyataannya kepada wartawan di pesawat Air Force One menyatakan, fleksibilitas baru terkait pasokan minyak ke Kuba.

“Jika sebuah negara ingin mengirim minyak ke Kuba, saat ini saya tidak masalah, apakah itu Rusia atau bukan,” katanya.

Sebelumnya, Trump secara efektif menghentikan semua pengiriman minyak ke Kuba sebagai upaya menekan pemerintah Havana, disertai serangkaian pernyataan ancaman terhadap negara komunis tersebut.

Menurut laporan New York Times, yang mengutip seorang pejabat AS, Penjaga Pantai AS mengizinkan kapal yang disanksi itu berlayar menuju Kuba, meski alasan pastinya tidak jelas.

Menghentikan kapal secara paksa berisiko meningkatkan ketegangan dengan Rusia di tengah situasi geopolitik yang rapuh.

Cubadebate menyebut pengiriman minyak Rusia ini sebagai tantangan langsung terhadap blokade minyak AS. Kapal tersebut bahkan mendapat pengawalan dari Angkatan Laut Rusia saat melewati Selat Inggris menuju Karibia.

Baca Juga: Bursa Asia Rontok Senin (30/3) Pagi, Harga Minyak Brent Menuju Rekor Kenaikan Bulanan

Minyak ini tentu saja disambut oleh Kuba, yang tengah menerapkan pembatasan ketat terhadap bensin dan menghadapi pemadaman listrik besar-besaran di pulau yang dikuasai Partai Komunis tersebut.

Kapal Anatoly Kolodkin berangkat dari pelabuhan Primorsk, Rusia, membawa sekitar 650.000 barel minyak mentah, menurut data pemantauan kapal LSEG. Laporan lain menyebut jumlahnya mencapai 730.000 barel.

Sebelumnya, pada awal Maret, AS sempat melonggarkan sanksi terhadap Rusia untuk membantu memperlancar aliran minyak global yang terdampak perang AS-Israel terhadap Iran.