KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Indomobil EMotor Internasional, anak perusahaan Indomobil Group yang bergerak di bidang otomotif, fokus sebagai produsen dan distributor sepeda motor listrik di Indonesia menyebut meski tanpa insentif, industri motor listrik dalam negeri akan meningkat penjualannya hingga 2 kali lipat dibandingkan penjualan sepanjang tahun 2025. CEO PT Indomobil EMotor Internasional, Pius Wirawan mengakui bahwa salah satu pendorong peningkatan permintaan motor listrik adalah potensi krisis energi akibat konflik di Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri. “Salah satu faktor (potensi peningkatan harga BBM) iya. Tapi bukan faktor utamanya karena mostly masyarakat sudah memperhatikan produk mobil listrik dari jauh-jauh hari. Untuk 2026 peningkatannya bisa dibilang 2 kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu,” ungkap Pius kepada Kontan, Selasa (07/04/2026).
Tanpa Insentif, Indomobil EMotor Optimis Penjualan Motor Listrik Naik 2 Kali Lipat
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Indomobil EMotor Internasional, anak perusahaan Indomobil Group yang bergerak di bidang otomotif, fokus sebagai produsen dan distributor sepeda motor listrik di Indonesia menyebut meski tanpa insentif, industri motor listrik dalam negeri akan meningkat penjualannya hingga 2 kali lipat dibandingkan penjualan sepanjang tahun 2025. CEO PT Indomobil EMotor Internasional, Pius Wirawan mengakui bahwa salah satu pendorong peningkatan permintaan motor listrik adalah potensi krisis energi akibat konflik di Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri. “Salah satu faktor (potensi peningkatan harga BBM) iya. Tapi bukan faktor utamanya karena mostly masyarakat sudah memperhatikan produk mobil listrik dari jauh-jauh hari. Untuk 2026 peningkatannya bisa dibilang 2 kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu,” ungkap Pius kepada Kontan, Selasa (07/04/2026).