Tapering membuat rupiah lemah



JAKARTA. Posisi rupiah siang ini (30/1) masih loyo. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 14.55 WIB, rupiah melemah 0,2% pada pekan ini menjadi 12.210 per dollar AS. Sementara, di pasar offshore, harga kontrak rupiah di pasar non deliverable forwards (NDF) menguat 0,2% dari posisi 24 Januari lalu yang berada di level 12.240 per dollar AS. Sedangkan pada hari ini, rupiah di pasar spot melemah 0,4%. Posisi mata uang Garuda pada transaksi hari ini tersengat sentimen tapering the Fed. Seperti yang diberitakan sebelumnya, untuk kedua kalinya, the Fed mengumumkan pemangkasan stimulus the Fed sebesar US$ 10 miliar menjadi US$ 65 miliar. Padahal, keberadaan stimulus tersebut turut mendongkrak dana asing yang masuk ke emerging market, tak terkecuali Indonesia. Data BEI dan pemerintah menunjukkan, investor asing sudah menarik dananya dari surat berharga negara dengan nilai mencapai Rp 1,45 triliun dalam dua hari pertama pekan ini. Sedangkan, nilai net sell asing di pasar saham Indonesia di sepanjang pekan ini hingga kemarin mencapai US$ 116 juta. "Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sentimen dari negara emerging lain. Selain itu, ada juga kecemasan mengenai dampak tapering yang dilakukan the Fed," jelas Leo Rinaldy, economist PT Mandiri Sekuritas. Dia menambahkan, hal lain yang juga penting diperhatikan adalah neraca perdagangan dan tingkat inflasi yang akan dirilis pekan depan. "Data tersebut akan mempengaruhi langkah rupiah selanjutnya," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Barratut Taqiyyah Rafie