Target Akhir Juni Terlewati, Danantara Belum Rilis Laporan Keuangan 2025



KONTAN.CO.ID. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyatakan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 masih dalam proses penyusunan dan audit, sehingga belum dapat dipublikasikan.

Sebelumnya, jajaran direksi Danantara sempat menyampaikan bahwa laporan keuangan perdana lembaga tersebut akan dirilis sebelum akhir Juni 2026.

Baca Juga: Indonesia Defisit Neraca Dagang, Bantalan Eksternal Ekonomi Indonesia Menipis?


Namun hingga awal Juli, laporan tersebut masih belum diterbitkan.

Melansir Reuters melalui keterangan resmi yang disampaikan Kamis (2/7/2026), Danantara menjelaskan bahwa seluruh perusahaan yang berada di bawah pengelolaannya telah menyelesaikan laporan keuangan masing-masing untuk tahun buku 2025.

Meski demikian, Danantara masih menyusun laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan tahapan proses audit yang sedang berlangsung.

"Laporan keuangan konsolidasian tahun 2025 sedang diselesaikan sesuai tahapan audit dan akan dipublikasikan setelah seluruh proses audit selesai," demikian pernyataan Danantara.

Baca Juga: Simak! Ini Postur RAPBN 2027 yang Disahkan DPR dan Pemerintah

Danantara tidak memberikan kepastian mengenai jadwal penyelesaian audit maupun waktu publikasi laporan keuangan tersebut.

Laporan keuangan perdana Danantara menjadi perhatian investor dan pelaku pasar karena akan menjadi laporan pertama sejak lembaga pengelola investasi negara tersebut resmi dibentuk pada Februari 2025.

Dalam kesempatan yang sama, Danantara menyampaikan sejumlah perusahaan yang berada di bawah pengelolaannya menunjukkan perbaikan kinerja keuangan hingga April 2026.

Beberapa di antaranya adalah PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), serta sejumlah bank milik negara yang disebut mencatatkan peningkatan laba.

Selain itu, Danantara mengungkapkan bahwa dividen yang diterima dari perusahaan-perusahaan portofolionya pada tahun lalu telah diinvestasikan kembali ke berbagai proyek strategis nasional.

Baca Juga: Harga Gas Industri Turun Jadi US$ 13 per MMBTU, Said Iqbal: Berlaku Secara Nasional

Dana tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur bagi jemaah haji Indonesia di Mekkah serta pengembangan proyek pembangkit listrik berbasis pengolahan sampah (waste-to-energy) di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News