JAKARTA. Pemerintah masih berupaya untuk mempersingkat waktu tunggu bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan waktu bongkar muat barang di pelabuhan mengklaim saat ini dwelling time rata-rata mencapai 3,6 hari, turun dari sebelumnya yang rata-rata 4,7 hari. Namun, satgas akan kembali menekan dwelling time menjadi dua hari saja di bulan April. Ketua Satgas Percepatan Waktu Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Agung Kuswandono mengatakan, untuk mencapai target dwelling time dua hari, ada beberapa langkah yang akan dilakukan. Pertama, melihat kembali sejumlah aturan yang masih memperlambat waktu bongkar muat barang. Saat ini sudah banyak deregulasi perizinan di pre clearence area yang selama ini makan waktunya paling tinggi. "Kami akan lihat lagi untuk menderegulasi aturan mana yang masih bisa diperbaiki lagi," katanya, Senin (14/3).
Target baru dwelling time dua hari
JAKARTA. Pemerintah masih berupaya untuk mempersingkat waktu tunggu bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan waktu bongkar muat barang di pelabuhan mengklaim saat ini dwelling time rata-rata mencapai 3,6 hari, turun dari sebelumnya yang rata-rata 4,7 hari. Namun, satgas akan kembali menekan dwelling time menjadi dua hari saja di bulan April. Ketua Satgas Percepatan Waktu Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Agung Kuswandono mengatakan, untuk mencapai target dwelling time dua hari, ada beberapa langkah yang akan dilakukan. Pertama, melihat kembali sejumlah aturan yang masih memperlambat waktu bongkar muat barang. Saat ini sudah banyak deregulasi perizinan di pre clearence area yang selama ini makan waktunya paling tinggi. "Kami akan lihat lagi untuk menderegulasi aturan mana yang masih bisa diperbaiki lagi," katanya, Senin (14/3).