KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Resources Minerals Tbk (
BRMS) optimistis menatap tahun 2026, Di mana, BRMS menargetkan produksi emas meningkat signifikan menjadi sekitar 80.000 ons di tahun 2026, Asal tahu saja, target tersebut naik sekitar 15% dari proyeksi produksi emas di 2025 yang sebanyak 69.000–71.000 ons. Direktur sekaligus Chief Investor Relations Officer BRMS, Herwin Wahyu Hidayat, mengatakan, pencapaian produksi tahun 2024 mencapai 64.000 ons.
“Angka produksi 2025 masih dalam proses konsolidasi, namun kami optimistis terjadi kenaikan dari tahun sebelumnya,” ujarnya kepada Kontan, Senin (12/1/2026).
Baca Juga: SariWangi Masuk Portofolio Djarum, Ini Rencana Bisnis Savoria Group Untuk mendorong pertumbuhan produksi, BRMS akan fokus pada tiga proyek utama pada 2026–2027.
Pertama, perusahaan menargetkan penyelesaian konstruksi tambang bawah tanah di Blok 1 Poboya, Palu, yang diharapkan mulai beroperasi pada semester dua 2027. Tambang ini memiliki kadar emas tinggi mencapai 4,9 gram per ton (g/t), sehingga mampu meningkatkan produksi emas di paruh kedua 2027.
Kedua, BRMS akan meningkatkan kapasitas pemrosesan pabrik emas CIL pertama di Poboya dari 500 ton per hari menjadi 2.000 ton per hari pada kuartal keempat 2026. Herwin menuturkan, langkah ini akan menambah volume produksi emas secara signifikan sepanjang 2026.
Ketiga, perusahaan berencana melakukan pemboran eksplorasi skala besar di tiga lokasi di Gorontalo—Cabang Kiri East, Cabang Kiri North, dan Cabang Kiri South. Hasil pemboran diharapkan menghasilkan cadangan dan sumber daya mineral tembaga yang akan diumumkan pada semester pertama 2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News