Target Citra Nusantara (CGAS) pada 2026: Laba Bersih Tumbuh 50% dan Ekspansi LNG



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) terbilang moncer pada awal tahun ini. Pendapatan CGAS tumbuh 28,11% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 135,01 miliar menjadi Rp 172,97 miliar pada kuartal I-2026.

Pada periode yang sama, emiten yang bergerak di bisnis gas alam terkompresi alias Compressed Natural Gas (CNG) ini meraih laba bersih sebesar Rp 4,93 miliar. Melonjak 249,64% dibandingkan laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal I-2025, yakni sebesar Rp 1,41 miliar.

Direktur Utama Citra Nusantara Gemilang, Andika Purwonugroho mengungkapkan kinerja CGAS pada kuartal I-2026 ditopang oleh pertumbuhan permintaan gas industri dari sejumlah sektor strategis. CGAS juga mencatat peningkatan efisiensi operasional melalui optimalisasi rantai pasok, utilisasi infrastruktur, serta pengendalian biaya distribusi sehingga mampu mendorong pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas pada periode berjalan. 


Baca Juga: Program Hilirisasi Perkebunan Dinilai Gerakkan Ekonomi Desa dan Serap Tenaga Kerja

"Di tengah kondisi global yang masih diwarnai volatilitas energi dan ketidakpastian ekonomi, gas bumi semakin kompetitif sebagai sumber energi alternatif bagi industri. Kondisi ini mendorong peningkatan penggunaan gas oleh pelanggan sebagai langkah efisiensi biaya energi dan menjaga keberlangsungan operasional usaha," kata Andika saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (14/5/2026).

Secara kinerja, CGAS memproyeksikan pendapatan pada tahun 2026 akan mengalami pertumbuhan sekitar 30% – 40% dibandingkan capaian tahun 2025. Sementara itu, laba bersih diproyeksikan tumbuh sekitar 50% dibandingkan tahun lalu. 

Andika membeberkan, pada tahun ini CGAS tidak hanya berfokus pada perluasan pasar, tetapi juga memperkuat kapasitas operasional dan melakukan diversifikasi model bisnis guna mendukung pertumbuhan jangka panjang. Sejalan dengan strategi tersebut, CGAS berencana mengoperasikan CNG Station Majalengka sebagai bagian dari penguatan infrastruktur distribusi gas, sekaligus mengembangkan bisnis berbasis gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG).

Strategi Ekspansi Bisnis LNG dan CNG

Rencana ekspansi bisnis LNG akan dilakukan melalui pembangunan LNG Station Karawang yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026.

"Langkah ini menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam memperluas portofolio bisnis energi dan meningkatkan fleksibilitas layanan kepada pelanggan di berbagai segmen industri," terang Andika.

Hingga saat ini, progres pembangunan infrastruktur dan kesiapan produksi telah mencapai sekitar 55%, termasuk pengembangan fasilitas pendukung operasional LNG Station yang menjadi bagian dari strategi ekspansi bisnis. "Kehadiran LNG Station diharapkan dapat memperkuat portofolio bisnis energi Perseroan sekaligus mendukung perluasan layanan ke berbagai segmen pelanggan industri dan komersial," imbuh Andika. 

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, CGAS juga  memperkuat kesiapan jaringan pemasaran guna memastikan penetrasi pasar LNG dapat berjalan optimal saat operasional dimulai. Manajemen CGAS memproyeksikan pengembangan bisnis LNG akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan kinerja keuangan CGAS dalam jangka menengah dan panjang.

Berdasarkan hasil studi kelayakan yang disusun oleh Kantor Jasa Penilai Publik Herman, Meirizki dan Rekan, penambahan kegiatan usaha melalui pengembangan bisnis LNG diperkirakan mampu meningkatkan pendapatan CGAS sekitar 10% per tahun dibandingkan skenario tanpa penambahan kegiatan usaha tersebut.

Andika menegaskan, pengembangan bisnis LNG ini juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem bisnis CNG yang telah berjalan saat ini. Dengan dukungan infrastruktur LNG, CGAS dapat menjangkau area dan segmen pasar yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses distribusi menggunakan kendaraan berskala besar.

Strategi ini membuka peluang ekspansi ke sektor industri, komersial, hingga retail termasuk segmen hotel, restoran dan kafe (horeka) dengan menawarkan solusi energi yang lebih fleksibel, efisien, dan andal. Pada sisi yang lain, prospek pengembangan CNG juga berpotensi terdongkrak oleh rencana pemerintah memperluas penggunaan CNG di segmen rumah tangga sebagai diversifikasi sumber energi.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mengkaji CNG sebagai alternatif untuk substitusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang saat ini masih dominan harus dipenuhi secara impor. Sedangkan sumber CNG banyak tersedia di dalam negeri. CGAS pun menyambut rencana kebijakan tersebut.

Andika menyatakan, CGAS berada dalam posisi yang siap untuk berkontribusi aktif dengan pengalaman operasional, infrastruktur distribusi, serta kapabilitas teknis yang memadai untuk mendukung pengembangan ekosistem CNG secara lebih luas di Indonesia.

"Ke depan, kami optimistis CGAS dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas pemanfaatan CNG," tandas Andika.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News