KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan nilai ekspor nikel Indonesia mencapai US$ 45 miliar pada 2026, meningkat dari realisasi tahun lalu yang menembus US$ 40 miliar. Namun, pencapaian target tersebut membutuhkan upaya besar, mulai dari menjaga volume produksi hingga meningkatkan daya saing produk hilir nikel di pasar global. Target tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Pemerintah berharap ekspor nikel terus tumbuh seiring pengembangan industri hilirisasi di dalam negeri. "Alhamdulillah nilai ekspor kita untuk di sektor mineral nikel saja pada tahun 2023 sudah mencapai US$ 34 miliar dan di tahun 2025 sudah lebih di angka US$ 40 miliar dan di tahun 2026 saya targetkan minimal di angka US$ 45 miliar," katanya dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD City, Rabu (14/10/2026).
Target Ekspor Nikel US$ 45 Miliar pada 2026, Mampukah Indonesia Mencapainya?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan nilai ekspor nikel Indonesia mencapai US$ 45 miliar pada 2026, meningkat dari realisasi tahun lalu yang menembus US$ 40 miliar. Namun, pencapaian target tersebut membutuhkan upaya besar, mulai dari menjaga volume produksi hingga meningkatkan daya saing produk hilir nikel di pasar global. Target tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Pemerintah berharap ekspor nikel terus tumbuh seiring pengembangan industri hilirisasi di dalam negeri. "Alhamdulillah nilai ekspor kita untuk di sektor mineral nikel saja pada tahun 2023 sudah mencapai US$ 34 miliar dan di tahun 2025 sudah lebih di angka US$ 40 miliar dan di tahun 2026 saya targetkan minimal di angka US$ 45 miliar," katanya dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD City, Rabu (14/10/2026).
TAG: