Target gerai MAPI meleset, kinerja bisa melempem



JAKARTA. Realisasi pembukaan gerai PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) tahun lalu terbilang lambat. Akibatnya, MAPI kehilangan momentum menambah penghasilan.

Semula MAPI menargetkan pembukaan 149 gerai baru. Namun, MAPI hanya bisa merealisasikan 46% dari target. Akibatnya, saat musim belanja di akhir dan awal tahun, kinerja MAPI tidak maksimal.

Head of Research Bahana Securities Harry Su bilang, kondisi itu membuat MAPI kehilangan 6,6% dari target pendapatan 2012. Semula, dengan asumsi pembukaan gerai tepat waktu, Harry memperkirakan, MAPI meraup pendapatan Rp 8 triliun. Namun, dia merevisi pendapatan MAPI hanya Rp 7,5 triliun.


Ujungnya, ia mengoreksi proyeksi laba bersih turun 10,1% dari estimasi awal Rp 489 miliar menjadi Rp 444 miliar. "Turunnya pendapatan juga linear dengan asumsi berkurangnya belanja masyarakat akibat banjir Jakarta," ujar dia.

Tahun ini, MAPI berencana membuka 300 gerai baru. MAPI akan menambah tiga brand baru department store dan membuka 5-10 outlet pakaian asal Filipina, Penshope, yang menyasar segmen menengah. Namun, Harry memprediksikan, kontribusi Penshope belum signifikan di tahun ini. "Penjualan tahun ini masih kecil karena produk ini baru masuk di Indonesia," jelas Harry.

Analis Mandiri Sekuritas Adrian Joezer berujar, MAPI harus menghadapi tantangan cukup berat ke depannya. Sebab, akan banyak peritel asing dengan kelas premium yang masuk di Jakarta.

Kenaikan sewa gerai

Paling anyar rencana Hennes and Mauritz AB (H&M) peritel pakaian asal Swedia akan membuka gerai di East Mall Grand Indonesia, tahun depan. Menurut Adrian, H&M berpeluang menggerus pasar produk pakaian merek ZARA milik MAPI. Kompetisi yang makin ketat ini bisa mendongkrak harga sewa gerai.

Alasannya, pengelola mal kelas atas seperti Grand Indonesia memiliki banyak permintaan sewa tempat. "Bisa saja MAPI terdepak lantaran kompetitornya menawarkan harga sewa lebih tinggi," ujar Adrian.

Analis Ciptadana Securities, Mitchel Jauwanto dalam risetnya menyarankan, MAPI memperkuat ekspansi ke luar pasar Jakarta. "Hal ini perlu untuk menjaga pertumbuhan bisnis," ujar dia.

Pendapat Harry, MAPI justru bisa mengatasi kenaikan harga sewa. Dia bilang, ini sejalan dengan rencana kenaikan harga jual produk 3%-5%. Harry justru menyoroti pada target pembukaan gerai baru tahun. Jika sesuai ekspektasi, Harry memproyeksikan, pendapatan dan laba bersih masing-masing menjadi Rp 9,3 triliun dan Rp 540 miliar di tahun 2013.

Adrian pun menghitung, hasil laba bersih MAPI di tahun ini masih akan tumbuh 30,5% dari estimasi 2012 Rp 432 miliar menjadi Rp 564 miliar di tahun ini. Adapun, hitungan Mitchel, kenaikan laba bersih MAPI tahun ini bisa 25,3% dari Rp 450 miliar menjadi Rp 564 miliar.

Karena masih bisa meningkatkan pertumbuhan kinerja, Harry dan Mitchel masih merekomendasikan beli saham MAPI. Harry menargetkan harganya Rp 8.400 per saham. Ini mencerminkan price to earning ratio (PER) 19,7 kali. Sementara Mitchel memasang target harga MAPI di Rp 7.300 mencerminkan PER 19 kali.

Adrian masih ragu dengan kemampuan MAPI menghadapi kompetisi. Dia menyarankan netral dengan target Rp 6.300. Dia baru mengubah rekomendasi menjadi beli jika harga lebih rendah 10% dari target harga. Selasa (29/1) saham MAPI di Rp 6.550. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Avanty Nurdiana