KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan nilai investasi yang masuk untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia capai Rp 1.682 triliun dalam 10 tahun. Hal itu sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang berlaku 2025-2034. Pengamat Asuransi Wahyudin Rahman menilai target investasi pemerintah tersebut membuka peluang besar untuk dioptimalkan industri asuransi. Khususnya, bagi perusahaan yang bergerak di lini asuransi konstruksi, properti, operasional, gangguan bisnis, hingga liability. "Gairah ekonomi hijau dan EBT terus meningkat. Oleh karena itu, dapat berdampak linier dan menambah pangsa pasar baru bagi industri asuransi," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (5/2).
Target Investasi Pengembangan EBT Rp1.682 Triliun Peluang Besar untuk Asuransi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan nilai investasi yang masuk untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia capai Rp 1.682 triliun dalam 10 tahun. Hal itu sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang berlaku 2025-2034. Pengamat Asuransi Wahyudin Rahman menilai target investasi pemerintah tersebut membuka peluang besar untuk dioptimalkan industri asuransi. Khususnya, bagi perusahaan yang bergerak di lini asuransi konstruksi, properti, operasional, gangguan bisnis, hingga liability. "Gairah ekonomi hijau dan EBT terus meningkat. Oleh karena itu, dapat berdampak linier dan menambah pangsa pasar baru bagi industri asuransi," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (5/2).
TAG: