Target Kredit Rakyat Rp 400 Triliun di 2027, Jamkrindo Susun Strategi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan penyaluran kredit rakyat hingga Rp 400 triliun pada 2027.

PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menilai kenaikan target penyaluran kredit tersebut secara langsung memberikan multiplier effect yang positif bagi industri penjaminan. 

Sekretaris Perusahaan Jamkrindo Akhmad Albaasithu mengatakan peningkatan volume kredit berbanding lurus dengan potensi peningkatan volume penjaminan yang dikelola perusahaan.


Bagi perusahaan penjaminan, dia menyebut momentum itu dapat memperkuat posisi strategis melalui mekanisme risk sharing dengan perbankan dan lembaga keuangan penyalur. 

Baca Juga: Target Kredit Rp 400 T pada 2027, Dinilai Tak Signifikan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

"Dengan demikian, kepercayaan bank untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap terjaga tinggi," ucapnya kepada Kontan, Minggu (1/11/2026).

Di tengah adanya peluang dari peningkatan penyaluran kredit rakyat, risiko kredit bermasalah UMKM juga perlu diperhatikan industri penjaminan. Akhmad mengatakan risiko kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) selalu melekat pada segmen UMKM. 

Namun, dia bilang hal tersebut bukan berarti penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kehilangan daya tariknya, melainkan menjadi tantangan manajemen risiko yang harus dikelola secara ketat atau prudent.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Jamkrindo menerapkan sejumlah langkah strategi.

Akhmad menerangkan perusahaan memperketat seleksi penjaminan dengan memanfaatkan data analitik, pemetaan profil risiko sektor usaha, serta integrasi sistem secara host to host dengan mitra penyalur KUR sebagai bentuk upaya percepatan pelayanan penjaminan, klaim, dan subrogasi. 

Baca Juga: Prabowo Bidik Kredit Rakyat Rp 400 Triliun pada 2027, Sasar 28 Juta Keluarga

Dia bilang perusahaan juga berkolaborasi erat dengan bank penyalur untuk melakukan monitoring kualitas portofolio secara berkala, guna mendeteksi potensi kredit macet lebih dini sebelum klaim penjaminan timbul.

"Selain itu, mengelola kecukupan pencadangan teknis atau reserves, serta memastikan skema pembagian risiko atau risk sharing dengan pemerintah maupun bank penyalur KUR berjalan proporsional dan sehat secara aktuaria," ujarnya.

Akhmad menyampaikan Jamkrindo juga melakukan optimalisasi subrogasi yang menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas portofolio dan keberlanjutan bisnis penjaminan.

Terkait kinerja, Akhmad menerangkan total volume penjaminan konsolidasi per September 2026 sebesar Rp 141,8 triliun. Nilainya bertumbuh 17%, dibandingkan posisi per Agustus 2026. 

Baca Juga: Efek Kredit Rakyat Rp 400 Triliun Diramal Terbatas

Dia juga mengatakan total volume penjaminan KUR korporat senilai Rp 138,1 triliun per September 2026. Nilainya bertumbuh 17%, jika dibandingkan per Agustus 2026. Adapun market share per September 2026 sebesar 60%, dengan rasio klaim KUR terjaga 59%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News