JAKARTA. Setelah pemerintah menetapkan anggaran kredit usaha rakyat (KUR) 2016 sebesar Rp 100 triliun, Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai salah satu penyalurnya pun langsung menetapkan target. Tidak tanggung-tanggung, BRI yakin bisa menyalurkan KUR sebesar Rp 67 triliun. "Porsi KUR kami harapkan Rp 67 triliun dari Rp 100 triliun. Pemerintah kan Rp 100 triliun dulu, kalau bisa jadi Rp 120 triliun," kata Haru Kusmahargyo, Direktur Keuangan BRI, pekan lalu. Namun Haru menjelaskan, dalam penyalurkan KUR, yang terpenting adalah bukan nilainya. Menurut dia, BRI lebih mengutamakan jumlah debitur.
Target KUR Rp 100 T, BRI harap dapat porsi Rp 67 T
JAKARTA. Setelah pemerintah menetapkan anggaran kredit usaha rakyat (KUR) 2016 sebesar Rp 100 triliun, Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai salah satu penyalurnya pun langsung menetapkan target. Tidak tanggung-tanggung, BRI yakin bisa menyalurkan KUR sebesar Rp 67 triliun. "Porsi KUR kami harapkan Rp 67 triliun dari Rp 100 triliun. Pemerintah kan Rp 100 triliun dulu, kalau bisa jadi Rp 120 triliun," kata Haru Kusmahargyo, Direktur Keuangan BRI, pekan lalu. Namun Haru menjelaskan, dalam penyalurkan KUR, yang terpenting adalah bukan nilainya. Menurut dia, BRI lebih mengutamakan jumlah debitur.