JAKARTA. Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada bulan lalu boleh saja tidak sukses. Namun, pemerintah tak kapok menggelar hajatan serupa. Rencananya, Selasa (9/3) pekan depan, pemerintah akan melelang empat seri sukuk. Kali ini, pemerintah menetapkan target indikatif sebesar Rp 1 triliun. Angka tersebut lebih rendah ketimbang target lelang surat utang negara pada umumnya. Fatati Sriwahyuni, Kepala Sub Direktorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah, bilang, target lelang sukuk ini memang berbeda dengan lelang SUN pada umumnya. "Penyerapan likuiditas melalui lelang sukuk ini pasti akan lebih kecil dari lelang SUN," ujarnya, kemarin. Menurutnya, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Departemen Keuangan tengah memikirkan cara lain dalam menggalang likuiditas melalui instrumen tersebut. "Kami sedang merancang cara selain lelang, perizinannya dalam proses di tingkat Menteri Keuangan," ujarnya.
Target Lelang Sukuk Bakal Lebih Rendah
JAKARTA. Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada bulan lalu boleh saja tidak sukses. Namun, pemerintah tak kapok menggelar hajatan serupa. Rencananya, Selasa (9/3) pekan depan, pemerintah akan melelang empat seri sukuk. Kali ini, pemerintah menetapkan target indikatif sebesar Rp 1 triliun. Angka tersebut lebih rendah ketimbang target lelang surat utang negara pada umumnya. Fatati Sriwahyuni, Kepala Sub Direktorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Berharga Syariah, bilang, target lelang sukuk ini memang berbeda dengan lelang SUN pada umumnya. "Penyerapan likuiditas melalui lelang sukuk ini pasti akan lebih kecil dari lelang SUN," ujarnya, kemarin. Menurutnya, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Departemen Keuangan tengah memikirkan cara lain dalam menggalang likuiditas melalui instrumen tersebut. "Kami sedang merancang cara selain lelang, perizinannya dalam proses di tingkat Menteri Keuangan," ujarnya.