KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mengusulkan target lifting minyak pada 2027 sebesar 612.500 barel per hari (bph), naik tipis dari target 2026 sebesar 610.000 bph. Kendati demikian, target lifting gas bumi justru diproyeksikan mengalami penurunan dari 984.000 barel setara minyak per hari (boepd) menjadi 954.000 boepd pada 2027 mendatang. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), M. Kholid Syeirazi menilai target yang dipatok oleh pemerintah tersebut tergolong sangat optimistis untuk dicapai.
Baca Juga: Penjualan Produk Premium Melonjak, Lazada Buka Kanal LazMall Luxury Namun, ia mengingatkan, kondisi lapangan migas nasional saat ini mayoritas sudah berusia tua, sehingga upaya mempertahankan maupun meningkatkan volume produksi harian menjadi tantangan tersendiri bagi industri hulu. "Saya kira target itu target optimistis, target realistisnya mungkin di bawah target harian tahun lalu. Jadi memang kondisi lapangan kita memang sudah tua ya sulit sekali menambah produksi dari
mature wells," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (2/9/2026). Kholid menegaskan, pemerintah tidak memiliki pilihan lain selain menggenjot kegiatan eksplorasi secara masif guna penemuan sumur-sumur baru. Menurutnya, mengandalkan metode pengurasan tahap awal di lapangan baru jauh lebih efektif ketimbang terus memaksakan peningkatan produksi dari sumur tua yang laju penurunannya sudah alami. "Karena itu tidak ada pilihan lain selain harus memperbanyak eksplorasi, dari sumur-sumur baru yang lebih
fresh yang tingkatnya itu
primery recovery kalau masih menggunakan acuan dari sumur-sumur tua saya kira berat sekali," tegasnya. Untuk mendukung keberhasilan strategi jangka panjang tersebut, Kholid menyebutkan, dibutuhkannya iklim investasi yang kondusif guna menarik modal ke sektor hulu. Ia menguraikan bahwa investor membutuhkan kepastian hukum, fleksibilitas dalam aturan fiskal, hingga adanya jaminan perlindungan terhadap kontrak kerja sama yang disepakati. "Jadi strateginya dalam jangka panjang ya harus memperbanyak eksplorasi, eksplorasi butuh investasi, investor masuk kalau ada kepastian hukum ada fleksibilitas fiskal, ada perlindungan terhadap kontrak dan seterusnya," terangnya.
Baca Juga: Penjualan Produk Premium Melonjak, Lazada Buka Kanal LazMall Luxury Lebih lanjut, Kholid mendorong momentum pembahasan revisi regulasi hulu migas untuk merealisasikan insentif tersebut bagi calon investor. Ia berharap undang-undang yang baru nantinya mampu memberikan jaminan perlindungan investasi yang kokoh, sehingga para pelaku usaha berkeinginan masuk dan mengolah potensi lapangan migas nasional. "Jadi mumpung ini sedang ada proses revisi undang-undang migas, saya kira Undang-undang migas yang baru harus memberikan kepastian hukum, flesksibilitas fiskal dan jaminan investasi, sehingga investor yang tertarik dengan lapangan migas yang kita punya itu bisa
step in," tuturnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News