JAKARTA. Pemerintah masih menghitung perubahan target penerimaan pajak pada tahun ini. Sebab, hitungan target penerimaan pajak yang baru itu masih bergantung pada penerimaan negara yang berasal dari kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) yang rencananya akan diberlakukan pada tahun ini. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, pertumbuhan penerimaan pajak tahun 2016 minimal 13% dari realisasi 2015. Angka ini berasal dari pertumbuhan alamiah, yaitu pertumbuhan ekonomi dan inflasi 2016 yang ditargetkan masing-masing sebesar 5,3% dan 4,7% serta ekstra usaha 3%. Data Kementerian Keuangan (Kemkeu) terbaru menyebutkan, realisasi penerimaan pajak sementara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar Rp 1.060,8 triliun. Perinciannya, penerimaan pajak penghasilan (PPh) migas Rp 49,7 triliun dan PPh nonmigas Rp 1.011,1 triliun.
Target pajak 2016 alamiah tumbuh 13%
JAKARTA. Pemerintah masih menghitung perubahan target penerimaan pajak pada tahun ini. Sebab, hitungan target penerimaan pajak yang baru itu masih bergantung pada penerimaan negara yang berasal dari kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) yang rencananya akan diberlakukan pada tahun ini. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, pertumbuhan penerimaan pajak tahun 2016 minimal 13% dari realisasi 2015. Angka ini berasal dari pertumbuhan alamiah, yaitu pertumbuhan ekonomi dan inflasi 2016 yang ditargetkan masing-masing sebesar 5,3% dan 4,7% serta ekstra usaha 3%. Data Kementerian Keuangan (Kemkeu) terbaru menyebutkan, realisasi penerimaan pajak sementara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar Rp 1.060,8 triliun. Perinciannya, penerimaan pajak penghasilan (PPh) migas Rp 49,7 triliun dan PPh nonmigas Rp 1.011,1 triliun.