KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai melonggarkan target penerimaan pajak dari kelompok wajib pajak besar atau konglomerat pada 2026. Melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar (Kanwil LTO), target penerimaan dipatok Rp 688,7 triliun, turun 6,26% dibandingkan target 2025 sebesar Rp 734,71 triliun. Meski turun, kontribusi Kanwil LTO tetap signifikan karena menyumbang 29,21% dari target penerimaan pajak nasional 2026 yang mencapai Rp 2.357,7 triliun. Penurunan ini memunculkan sorotan, mengingat belanja negara tetap dirancang ekspansif.
Target Pajak Konglomerat Dilonggarkan, Beban Bergeser ke Kelas Menengah?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai melonggarkan target penerimaan pajak dari kelompok wajib pajak besar atau konglomerat pada 2026. Melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar (Kanwil LTO), target penerimaan dipatok Rp 688,7 triliun, turun 6,26% dibandingkan target 2025 sebesar Rp 734,71 triliun. Meski turun, kontribusi Kanwil LTO tetap signifikan karena menyumbang 29,21% dari target penerimaan pajak nasional 2026 yang mencapai Rp 2.357,7 triliun. Penurunan ini memunculkan sorotan, mengingat belanja negara tetap dirancang ekspansif.
TAG:
- Direktorat Jenderal Pajak
- harga komoditas
- inflasi
- Insentif Pajak
- Pph Badan
- Tax Holiday
- UMKM
- penerimaan pajak
- PPN
- tax allowance
- PPnBm
- PDB
- UU HPP
- Kelas Menengah
- Ariawan Rahmat
- Shadow Economy
- APBN 2026
- Target Penerimaan Pajak
- Kanwil LTO
- Target Pajak 2026
- penerimaan pajak 2026
- beban pajak
- pajak konglomerat
- strategi fiskal
- sektor ekstraktif
- PPS
- intensifikasi pajak
- moralitas pajak
- risiko shortfall