Target pendapatan PTBA Rp 14 Triliun



JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan pendapatan hingga Rp 14 triliun di tahun ini. Target tersebut naik 21,73% jika dibandingkan dengan pendapatan BUMN batubara itu di 2012.

Produsen batubara ini memproyeksikan, pendapatan di tahun lalu mencapai Rp 11,5 triliun. Milawarma, Direktur Utama PTBA mengatakan, pendapatan PTBA akan akan naik lantaran volume penjualan yang meningkat, dan asumsi harga penjualan rata-rata batubara yang naik. "Permintaan batubara kualitas tinggi di sejumlah negara meningkat," ujar dia, kemarin.

Negara tujuan ekspor yang dimaksud adalah Jepang, India, Taiwan serta Vietnam. Menurut Milawarma, keempat negara itu banyak membutuhkan batubara dengan tingkat kalori tinggi sekitar 6.000 kilokalori (kkal). Dus, volume penjualan batubara PTBA pun diperkirakan akan naik 25% dari tahun lalu.


Kenaikan permintaan itu akan diikuti dengan peningkatan produksi batubara PTBA. Tahun ini, target volume penjualan dan produksi PTBA bisa mencapai 18 juta - 20 juta ton. Adapun realisasi, volume penjualan dan produksi di tahun lalu masing-masing sekitar 15,5 juta ton.

Milawarma memperkirakan, tahun ini, porsi penjualan ke pasar ekspor dengan penjualan dalam negeri porsinya 50%;50%. Tahun lalu, porsi ekspor batubara PTBA sebanyak 45%.

Sementara, asumsi rata-rata harga jual batubara PTBA tahun ini naik sekitar 10% dari tahun lalu. Harga jual batubara PTBA di tahun lalu sekitar US$ 80 per ton. Berarti, harga jual batubara PTBA tahun ini bisa US$ 88 per ton.

Kenaikan harga ini terjadi seiring meningkatnya permintaan batubara berkalori tinggi. Maka itu, PTBA akan menambah volume produksi batubara berkalori tinggi.

Soal laba bersih di 2012, Milawarma belum mau memaparkan. "Yang jelas, laba bersih PTBA tahun lalu tumbuhnya negatif single digit, dan tahun ini kami harap membaik," kata dia. Catatan saja, per kuartal III 2012, laba bersih PTBA turun 5,9% menjadi Rp 2,19 triliun.

Senin (28/1), harga saham PTBA turun 0,64% ke posisi Rp 15.600 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Avanty Nurdiana