Target penjualan naik 40%, Krakatau Steel optimistis catatkan untung



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 40% menjadi 2,8 juta ton pada tahun ini. Harapannya, kenaikan penjualan itu juga akan diikuti dengan bottom line yang positif.

Purwono Widodo, Marketing Director KRAS mengatakan tahun ini perusahaan berupaya untuk mencetak untung. Upaya untuk mengejar bottom line agar positif juga akan barengi dengan peningkatan produksi dan permintaan di pasar domestik.

"Awal tahun ini naik, itu biasanya per bulan kami jual produk utama HRC itu 100.000 ton (saat ini) permintannya bisa sampai 130.000 ton, jadi naik 30%," ujar Purwono di Jakarta, Jumat (2/3).


Purwono menambahkan kenaikan permintaan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pasokan. Hal ini disebabkan pengereman ekspor China ke Indonesia. Imbasnya, kata Purwono harga baja juga membaik.

Untuk produk HRC saat ini harga jualnya mendekati US$ 700 per ton, padahal sebelumnya sempat di bawah US$ 400 per ton. Oleh karena itu, perbaikan harga ini juga akan menjadi salah satu katalis pertumbuhan disamping maraknya permintaan dari industri strategis domestik.

"Volume dan salesnya (naik) 40% ya pokoknya bottom line bakal biru (untung) lah. Kan industri baja nasional demand-nya naik 10%, ya resminya dipasang 8% supaya bisa ngejar Vietnam," kata Purwono.

Tapi Purwono masih enggan memaparkan berapa laba bersih yang akan dibidik perusahaan. Harapannya, dari sisi operasional tidak ada gangguan sehingga bisa untung.

Tahun lalu, perusahaan masih rugi akibat rugi kurs, sebab hampir 100% iron ore KRAS masih impor.

"Di dalam industri baja itu yang penting operasinya untung, artinya kalau kami masih rugi karena ada beban bunga dan lainnya oke lah. Tapi tren kami meningkat, tahun ini targetnya untung," jelas Purwono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi