Target penjualan ORI009 bisa naik



JAKARTA. Pemerintah memasang target perolehan dana obligasi negara ritel (ORI) seri 009 Rp 12 triliun. Kendati nilai indikasi itu meningkat Rp 1 triliun daripada perolehan ORI seri 008, namun analis menilai, target tersebut sangat mudah tercapai.

Pemerintah pun optimistis ORI seri 009 akan diminati, hingga indikasi perolehan dana akan terpenuhi. Robert Pakpahan, Pejabat sementara Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan tidak menutup kemungkinan penambahan target (upsize) bagi agen penjual, sesuai dengan permintaan yang masuk.

Rencana itu bukan tanpa alasan, Robert mengaku, target itu lebih rendah daripada total kesanggupan 22 agen penjual, yaitu Rp 14,97 triliun. Jumlah final emisi ORI 009 akan diumumkan 8 Oktober, saat masa penjatahan.


Kupon ORI 009 yang sebesar 6,25% dirasa pemerintah, menguntungkan bagi investor ritel. Robert menilai, pemerintah tidak akan kesulitan menjaga laju inflasi di level rendah, hingga kupon ORI masih atraktif di mata investor. "ORI ini sangat diminati karena kuponnya lebih tinggi daripada bunga deposito," kata dia.

Untuk ORI seri terbaru itu, diberlakukan holding period satu kali masa pembayaran kupon. Artinya, ORI 009 baru bisa dijual ke pasar sekunder setelah 15 November. Tujuannya, mengurangi peralihan kepemilikan ORI 009 dari ritel ke institusi.

Kemungkinan naik

I Made Adi Saputra, Analis Obligasi NC Securities, yakin ORI009 terserap dengan mudah. "Jika melihat sukuk ritel seri 004 di tahun ini bisa sebesar Rp 13,6 triliun. Pemerintah akan mendapat nilai yang sama," ujar dia.

Namun, dengan kupon yang sebesar 6,25%, Made tidak yakin pemerintah mau menerima penawaran lebih besar. Sebagai perbandingan, FR0063 yang jatuh tempo pada 2023, pemerintah hanya memasang kupon 5,62%.

Likuiditas yang cukup besar, menurut Lana Soelistianingsih, ekonom Samuel Sekuritas, akan memudahkan pemerintah mendapat penawaran sesuai dengan target. "Saya rasa pemerintah bisa upsize Rp 1 triliun," kata dia.

Yang perlu diperhatikan, ucap Lana, adalah tingkat inflasi. Ada kemungkinan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi naik. Jika itu terjadi, inflasi dan bunga acuan akan terpengaruh. Jika tingkat inflasi melaju hingga 5%, berinvestasi di ORI 009 sama seperti menyimpan uang di bawah bantal.Memang, imbal hasil ORI 009 bersih bisa 5,31%, lebih tinggi daripada bunga deposito net, yaitu 5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Edy Can