KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% pada akhir masa jabatan pertama Presiden Prabowo Subianto, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani menyebut, Indonesia membutuhkan investasi sekitar US$ 800 miliar hingga 2029. Angka tersebut meningkat sekitar 40% dibandingkan realisasi investasi pada periode tahun 2014–2024 yang mencapai US$ 500 miliar.Menurut Rosan, kualitas investasi menjadi aspek penting yang harus diperhatikan, terutama dalam menciptakan lapangan kerja berkelanjutan. Ia menekankan sumber daya manusia menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Selain sektor padat karya, Rosan juga menyoroti potensi Indonesia di bidang energi terbarukan dan ekonomi digital.
Target Pertumbuhan 8%, Perlu Investasi Besar, Transparansi Jadi Salah Satu Kunci
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% pada akhir masa jabatan pertama Presiden Prabowo Subianto, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani menyebut, Indonesia membutuhkan investasi sekitar US$ 800 miliar hingga 2029. Angka tersebut meningkat sekitar 40% dibandingkan realisasi investasi pada periode tahun 2014–2024 yang mencapai US$ 500 miliar.Menurut Rosan, kualitas investasi menjadi aspek penting yang harus diperhatikan, terutama dalam menciptakan lapangan kerja berkelanjutan. Ia menekankan sumber daya manusia menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Selain sektor padat karya, Rosan juga menyoroti potensi Indonesia di bidang energi terbarukan dan ekonomi digital.