Target produksi gula PTPN diprediksi meleset



JAKARTA. Proyeksi produksi gula PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Holding tahun 2017 diprediksi akan meleset dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang ditetapkan pada awal tahun. Bila dalam RKAP ditetapkan produksi gula sebesar 1,6 juta ton, maka pada tahun ini diprediksi 1,1 juta ton hingga 1,2 juta ton gula.

Kendati demikian, prediksi produksi gula PTPN tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun 2016 yang anjlok menjadi 960.000 ton. Melesetnya proyeksi produksi pada tahun ini disebabkan dampak dari anomali cuaca pada tahun 2016 yang didominasi kemarau basah.

Direktur Utama PTPN III Holding Dasuki Amsir mengatakan, pada tahun ini pihaknya mulai membenahi produksi PTPN, salah satunya produksi gula. PTPN sudah menandatangani kontrak dengan Perum Bulog dalam menjual semua gula yang dihasilkan PTPN. PTPN akan menjual gula dengan harga sebesar Rp 10.900 kilogram (kg) kepada Bulog, dan diharapkan sampai ke konsumen dengan harga maksimal Rp 12.500 per kg.


"Pada bulan Mei ini sebagian pabrik gula PTPN sudah mulai giling," ujar Dasuki kepada KONTAN akhir pekan lalu.

Dasuki menjelaskan, produksi bisa lebih baik ketimbang tahun 2016. Bila pada tahun 2016 nilai penjualan gula PTPN hampir Rp 6 triliun, maka pada tahun ini, pihaknya optimistis dapat meraup Rp 7 triliun.

Sampai bulan April 2017, baru PTPN II yang melakukan penggilingan dan sudah melakukan kontrak penjualan dengan Bulog sebesar 3.000 ton gula. Nilai kontrak tersebut sekitar Rp 30 miliar. Namun pada bulan Mei sejumlah PTPN sudah melakukan giling seperti PTPN II, VII, X, dan XIV. Sehingga hasil produksi gula PTPN baru dapat dirasakan pada semester kedua tahun 2017 ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini