Target produksi minyak tahun ini sulit tercapai



JAKARTA. Target produksi atau lifting minyak Indonesia pada 2010 terancam tidak tercapai. Sebab, sampai saat ini, rata-rata produksi minyak masih jauh di bawah target sebanyak 965.000 barel per hari (bph). Sementara, alih-alih meningkat, produksi minyak nasional justru semakin susut. Berdasarkan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) ke Komisi Energi (VII) DPR, rata-rata lifting minyak per November ini hanya mencapai 949.300 bph. Jika kita perhatikan dari bulan ke bulan, rata-rata produksi minyak tersebut terus turun. Lihat saja, pada kuartal I, rata-rata produksi minyak masih mencapai 954.000 bph. Kemudian, di kuartal II, naik menjadi 956.800 bph. Namun, di kuartal III, angka rata-rata produksi kembali turun menjadi 956.490 bph. "Kami banyak mengalami kehilangan minyak saat produksi," kata Kepala BP Migas, R Priyono dalam rapat kerja bersama Komisi VII, Kamis (25/11).Tahun ini, volume rata-rata kehilangan minyak itu mencapai 9.700 bph. Penyebabnya bermacam-macam. Di antaranya kondisi peralatan, sistem transportasi, instalasi listrik, ketidaksiapan penerima, hingga berkurangnya permintaan pada hari-hari besar.Selain itu, terhentinya produksi Kangean Energi di Lapangan Sepanjang pada akhir Agustus lalu membuat produksi minyak berkurang 2.000 bph. Kemudian, ada pula tabrakan kapal di sekitar anjungan KE-40 Kodeco yang mengurangi produksi 1.600 bph.Ditambah lagi, pengambilan minyak Banyu Urip oleh kilang TWU juga menghadapi kendala. Ini mengurangi produksi minyak sampai 6.000 bph.Kondisi ini menyebabkan Komisi VII berang. Mereka meminta BP Migas terus mengupayakan pencapain target produk minyak tahun ini. "BP Migas harus membantu proses penyelesaian berbagai kendala yang menghambat kegiatan produksi minyak bumi," tegas Wakil Ketua Komisi VII, Zainuddin Amali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News