Targetkan Kinerja Lebih Baik pada 2022, Simak Rencana Bisnis dan Strategi WIR Group



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan teknologi PT WIR ASIA Tbk (WIRG) alias WIR Group menargetkan kinerja tahun 2022 bisa melampaui performa tahun-tahun sebelumnya. Direktur Utama PT WIR ASIA Tbk Michel Budi Wirjatmo mengatakan, pada 2022, WIR Group akan berfokus pada penyediaan jasa teknologi berbasis augmented reality (AR) dengan menggabungkan teknologi virtual reality (VR), artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), dan teknologi pendukung lainnya.

Menurut Michael, berbagai teknologi tersebut menjadi sarana untuk menghasilkan ide dan produk yang memungkinkan interaksi antara dunia virtual dan dunia nyata. Penyediaan jasa teknologi tersebut juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing konsumen.

"WIR Group juga akan melakukan pengembangan usaha melalui kemitraan strategis yang dilakukan oleh induk usaha dan/atau anak usaha yang diharapkan dapat bersinergi dan memberikan kontribusi positif," kata Michel kepada Kontan.co.id, Senin (4/4).


Baca Juga: Resmi Melantai di BEI pada Senin (4/4), Saham WIR Group (WIRG) Melesat 34,52%

Dalam menjalankan bisnisnya, WIR Group juga telah menetapkan beberapa strategi untuk mencapai performa yang lebih baik. Strategi pertama, WIR Group akan memperkaya teknologi yang diterapkan melalui pengembangan teknologi realitas digital.

Michel mengatakan, di tengah pengembangan masyarakat 5.0, umat manusia akan bertumpu pada pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupannya terutama dalam kaitannya dengan personalisasi dan big data.

Dia meyakini, WIR Group berada dalam posisi yang tepat untuk menangkap peluang dari disrupsi yang dibawa oleh teknologi AR, VR, dan AI. "Salah satu contohnya adalah perangkat DAV yang telah diluncurkan dan akan tersedia di banyak lokasi seperti minimarket Alfamart dan lokasi lainnya sehingga dapat mengakses pasar konsumen yang besar," ucap Michel.

Baca Juga: WIR Asia Tetapkan Harga IPO di Rp 168 per Saham

DAV dengan fitur-fiturnya dapat memberikan laporan interaksi konsumen kepada mitra brand berupa data interaksi seperti transaksi, lokasi, dan waktu interaksi. Di samping itu, WIR Group juga terus berinovasi melalui kegiatan riset dan pengembangan, salah satunya melalui kerja sama dengan pemain perangkat keras (hardware) teknologi AR.

Strategi kedua, WIR Group akan terus memperkaya infrastruktur dengan berbagai portofolio perusahaan. WIR Group membantu klien dan perusahaan untuk meningkatkan cara  dalam memikat konsumen, contohnya melalui pengembangan Mindstores dan Minar.

Mindstores merupakan aplikasi VR pada perangkat mobile yang menjadi platform alternatif untuk konsumen bertransaksi di toko virtual, khususnya bagi masyarakat yang unbankable dengan akses internet yang terbatas. Sementara Minar menjadi solusi bagi brand untuk meningkatkan kehadiran di tengah masyarakat dengan memasukkan gaming dalam kegiatan iklan.

Baca Juga: Ada 32 Calon Emiten Akan IPO, Potensi Nilai Penggalangan Dana Rp 29,13 Triliun

Strategi ketiga, WIR Group melakukan pengembangan bisnis dengan memanfaatkan kemitraan. Menurut Michel, dalam menjalankan kegiatan usahanya, WIR Group telah bekerja sama dengan berbagai mitra yang tersebar, baik secara nasional maupun internasional.

WIR Group juga terus berupaya untuk memberikan layanan yang terbaik bagi pelanggan. "WIR Group menilai tinggi hubungan relasi dengan masing-masing mitra sehingga WIR Group terus meningkatkan hubungan dengan mitra dan mengembangkan jaringan kemitraan," kata Michel.

Strategi keempat, WIR Group memberikan solusi terbaik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pasar. Michel menjelaskan, WIR Group menerapkan model bisnis SAAS yang dapat diartikan sebagai Software as a Service.

Baca Juga: Awal Tahun 2021-2022 Ramai IPO, Sejumlah Analis Ingatkan Hal Ini Untuk Pelaku Pasar

Dengan model bisnis ini, WIR Group menyediakan layanan berupa pengembangan aplikasi yang memungkinkan untuk klien gunakan dan kelola tanpa kompleksitas membangun semuanya dari awal. Hal ini memberikan kemampuan beradaptasi yang tinggi dalam berbagai sektor komersial.

Sebagai gambaran, emiten yang resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (4/4) membukukan pendapatan Rp 554,52 miliar pada Januari-November 2021. Perolehan tersebut meningkat 34,72% dibanding realisasi pendapatan pada periode sama tahun 2020 yang sebesar Rp 411,61 miliar.

Akan tetapi, laba tahun berjalan pada periode tersebut justru turun 8,32% year on year (yoy), dari Rp 18,87 miliar menjadi Rp 17,3 miliar. Hal ini diakibatkan oleh meningkatnya beban pajak penghasilan hingga 384,32% yoy, dari Rp 1,13 miliar menjadi Rp 5,47 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati