KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bhakti Agung Propertindo Tbk (BAPI) perusahaan developer apartemen menengah ke bawah menargetkan penjualan akhir tahun ini bisa tumbuh 16 kali lipat dibanding dengan 2018. Agung Hadi Tjahjanto, Direktur Utama Bhakti Agung menyatakan, target pendapatan BAPI di akhir 2019 ini kurang lebih Rp 80 miliar dari sebelumnya Rp 5 miliar di 2018. Labanya juga akan tumbuh menjadi Rp 18 miliar di akhir tahun ini dari sebelumnya Rp 240 juta. “Penjualan di 2018 ke 2019 bisa melonjak lebih dari 16 kali lipat karena proyek Green Cloesea baru topping off pada Mei jadi belum bisa kontribusi pada keuangan di 2018. Pada 2019 ini BAPI telah menyelesaikan pembangunan tahap pertama sehingga bisa diakui sebagai pendapatan,” kata Agung saat ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penawaran saham perdana, Senin (16/9).
Baca Juga: Saham Bhakti Agung Propertindo (BAPI) sempat naik 20% di perdagangan perdana Agung menyatakan pada 2022 mendatang, BAPI berani menargetkan penjualan hingga Rp 137 miliar atau perolehan ini naik 71,25% dibandingkan 2019. Target optimistis ini menurut Agung bisa diklaim karena ada pengakuan pendapatan dari dua proyek yang bakal selesai di 2022. Agung menjelaskan rencana Bhakti Agung setelah IPO adalah konsentrasi membangun dua tower di proyek Green Cleosa Apartment and Kondominium Hotel (Kondotel). Proyek ini berdiri di Ciledung Kota Tangerang tersebut mencakup dua tahap pembangunan yakni tahap pertama Tower Berosa dan STIKES. Lalu, tahap kedua Tower Archeo dan kondominium hotel. Agung menjelaskan nilai investasi kedua proyek ini sebesar Rp 800 miliar. Sumber pendanaan proyek ini Rp 200 miliar dari dana IPO dan sisanya pinjam ke Bank Tabungan Negara (BTN). Baca Juga: Sejumlah saham IPO calon emiten laris manis di masa penawaran umum Agung bilang sampai saat ini proyek tahap pertama sudah dalam proses penyelesaian. Topping off sudah dilakukan pada Mei kemarin. Saat ini, penjualan di apartemen sudah lebih dari 50% untuk tower satu. Di awal 2020 proyek tower Berosa dan Stikes akan di hand over ke konsumen. Proyek Apartement Green Cleosa dibangun di atas lahan 12.000 meter persegi dan luas bangunan seluas 84.000 meter persegi. Apartemen itu berisikan 1.300 unit sedangkan untuk kondominium hotel ada 157 unit. Apartemen ini berada di dekat pusat bisnis Kota Tangerang yang berlokasi strategis dekat dengan pusat perbelanjaan dan transportasi umum yang beroperasi 24 jam. Permintaan apartemen di Kawasan Tangerang menurut Agung masih cukup tinggi di mana hal itu dapat terlihat dari penjualan menara pertama Cleosa yang sudah mencapai separuh dari total unit yang ditawarkan.