Targetkan Rp 500 Miliar, Penjualan ORI030 di BTN Tembus Rp 250 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menargetkan, penjualan Obligasi Negara Ritel seri ORI030 sebesar Rp 500 miliar selama masa penawaran.

Sekadar informasi, ORI030 dipasarkan sejak 6 hingga 30 Juli 2026 dengan kupon tetap sebesar 6,9% untuk tenor tiga tahun dan 7% untuk tenor enam tahun.

Pemerintah sendiri secara nasional menargetkan SBN ritel seri ini dapat terjual sebesar Rp 20 triliun dengan opsi penyesuaian kuota di kemudian hari.


Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengonfirmasi bahwa animo masyarakat dalam berinvestasi pada instrumen masa penawaran ini sangat masif.

Baca Juga: Ketidakpastian Tinggi, Bisnis Wealth Management Perbankan Tetap Sumbang Cuan

Hingga memasuki pertengahan masa penawaran, total pemesanan dari para nasabah ritel terpantau melaju dengan sangat kilat.

"Volume penjualan ORI030 yang berhasil dibukukan hingga hari ke 8 penawaran sudah lebih dari Rp 250 miliar," kata Ramon kepada Kontan, Rabu (15/7/2026).

Investor ritel tercatat jauh lebih meminati produk investasi dengan jangka waktu yang relatif pendek demi fleksibilitas perputaran modal mereka.

"Penjualan ORI030 T3 lebih banyak dipesan oleh investor karena tenor yang lebih pendek dan selisih kupon hanya 0,1%" jelas Ramon.

Ramon bilang laju pertumbuhan jumlah pemodal baru di bank pelat merah ini menunjukkan akselerasi yang lebih tinggi ketimbang penerbitan produk-produk obligasi negara pada periode sebelumnya.

Penyerapan dana masyarakat yang kuat ini dinilai wajar mengingat situasi pasar finansial domestik sedang menghadapi gejolak serta ketidakpastian.

Baca Juga: Manulife Indonesia Bukukan Pendapatan Jasa Asuransi Rp3,97 Triliun pada 2025

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menjelaskan, dinamika ekonomi makro saat ini sangat memengaruhi preferensi alokasi aset para pemodal ritel di dalam negeri.

"Realisasi penjualan awal yang cukup kuat menunjukkan flight to safety yang normal terjadi. Kondisi makro saat ini dan volatilitas pasar saham mendukung minat investor untuk mencari instrumen investasi yang lebih aman," ungkap David.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News